Sasar Lima Kecamatan, DPPKB Kutim Lakukan Pembinaan Keluarga Keliling

Ilustrasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan atau tenaga kesehatan, PKK, dan kader Keluarga Berencana (KB). (Memonesia.com)

KUTIM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerapkan metode jemput bola dalam memberikan pendampingan bagi keluarga, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam urusan keluarga.

Kegiatan itu berupa pembinaan kelompok kegiatan (Poktan), nantinya Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan menyasar lima kecamatan untuk melakukan pendampingan pembinaan keluarga kepada Poktan di masing-masing kecamatan. Pasalnya daerah tersebut sebelumnya belum pernah memperoleh pendampingan.

“Kami akan melaksanakan secara maraton pembinaan Poktan di lima kecamatan, yaitu Busang, Long Mesangat, Muara Bengkal, Muara Ancalong, dan Batu Ampar. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa setiap kecamatan mendapatkan pembinaan keluarga yang sesuai,” ujar Kabid KS DPPKB Kabupaten Kutai Timur, Ani Saidah, Selasa (01/10/2023).

Dalam hal teknis, kegiatan maraton ini mengurangi beban finansial karena hanya diperlukan satu kali transportasi, dan setiap kecamatan memiliki unit pelaksana teknis (UPT). Ani Saidah juga menjelaskan bahwa setiap kecamatan sudah memiliki TPK untuk membina calon pengantin, bayi, lansia dan balita.

“TPK ini kami beri dukungan dalam bentuk uang transport sebesar Rp110 ribu dari BKKBN. Namun, kami di tingkat kabupaten belum memberikan dukungan serupa,” ungkapnya.

Ani Saidah juga menyoroti pentingnya peran TPK dalam memberikan dukungan kepada masyarakat. Meskipun honor yang diberikan belum sebanding dengan tugas yang dikerjakan.

“Jumlah honor dan internet Rp210 ribu kecil sekali padahal mereka menginput data, mendampingi catin, bayi dan lansia,” paparnya.

la menggarisbawahi bahwa peran mereka sangat penting dalam mengumpulkan dan mengelola data, serta mendampingi berbagai kelompok, seperti calon pengantin, bayi, lansia, dan balita.

Dengan poktan ini, DPPKB Kabupaten Kutai Timur berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam memberikan dukungan kepada masyarakat di lima kecamatan yang sebelumnya belum mendapat pembinaan.