Persoalan Stunting Jadi Perhatian Khusus Pemkab Kutim

Admin
23 Mei 2023 09:05
3 menit membaca

KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) lebih serius lagi dalam menghadapi permasalahan kekurangan gizi pada bayi (stunting). Berbagai macam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting terus digalakkan

Bagaimana tidak, Kutim sempat tercatat menjadi daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Kaltim pada periode 2022, yakni mencapai 27,4 persen. Artinya dari 10 bayi yang lahir 3 diantaranya mengalami gizi buruk.

Permasalahan itu menjadi pukulan telak Pemkab Kutim dan harus memberikan solusi konkrit. Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengaku hal itu sangat menyita perhatian. Ia meminta permasalahan stunting menjadi perhatian serta tanggung jawab bersama, sebeb pemecahan persoalan tersebut tidak hanya bisa dilakukan dengan satu arah.

“Pemerintah mengeluarkan kebijakan, perusahaan mendukung, masyarakat pun ikut berpartisipasi menghadapi persoalan stunting,” tukasnya.

Ia menerangkan, beberapa strategi dalam menekan angka stunting terus dilakukan, salah satunya dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim. Sejak setahun lalu bertugas angka stunting di Kutim pun berhasil diredam.

Dari diposisi tertinggi di Kaltim, saat ini tercatat angka stunting di Kutim mulai menurun yakni berada diangka 24,7 persen. Kutim beradaa pada posisi ke empat, dibawah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kabupaten Paser.

“Alhamdulilah itu upaya kerja keras kita semua,” ujarnya.

Meski menurun, sambung Kasmidi, hal itu tidak membuatnya merasa puas sebab angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo yakni 14 persen pada 2024 mendatang.

Maka dari itu, pihaknya akan mengerahkan seluruh potensi untuk dioptimalkan dalam mengentaskan stunting di Kutim. Stunting merupakan kekurangan gizi pada bayi di 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

“Pada akhirnya mengalami kekurangan gizi menahun dan tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya,” papar Wabup.

Untuk itu, fokus utama TPPS Kutim adalah bagaimana stunting bisa dientaskan. Karena ini menyangkut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi anak di masa mendatang. “Anak yang mengidap stunting karena mengganggu potensi SDM dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak,” ungkapnya.

Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah bekerja secara optimal bahkan melakukan penyuluhan hingga ke sekolah. Wabup juga mengapresiasi instansi vertikal yang selama ini sudah bekerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyasar wilayah yang paling tinggi angka stuntingnya.

“Memang ada relawan yang dibentuk untuk jemput bola dengan mendata, melakukan penyuluhan, dan penimbangan badan di Posyandu,” ulasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Roni Bonar Siburian mengatakan saat ini pihaknya bersama TPPS terus fokus pada persoalan penurunan angka stunting yang ada di Kutim. “Sesuai yang direncanakan atau ditargetkan, agar dapat turun hingga 20 persen dan pada 2024 mendatang bisa tembus 14 persen,” jelasnya.

Pihaknya juga ingin menghilangkan persepsi bahwa pendek bukan stunting tapi stunting pasti pendek. Jadi tak boleh berpikir anak pendek itu stunting. Namun yang harus diperhatikan adalah perkembangannya, terutama kecerdasan otak anak. Disebutkannya, angka stunting di Kutim masih kisaran 24,7 atau 8 persen. Karena itu, pihaknya menarget di angka 20 persen sehingga di 2024 bisa pelan-pelan menurun.

“Jadi data yang ada nanti bisa disinkronkan dengan kondisi riil di lapangan. Karena sesuai fakta yang ada dan biasanya dikaitkan dengan data kemiskinan ekstrem. Karena stunting tinggi itu gizinya kurang. Kalau gizinya kurang, maka otomatis tingkat kelayakan hidup juga kurang,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

cuaca 898100156

cuaca 898100157

cuaca 898100158

cuaca 898100159

cuaca 898100160

cuaca 898100161

cuaca 898100162

cuaca 898100163

cuaca 898100164

cuaca 898100165

cuaca 898100166

cuaca 898100167

cuaca 898100168

cuaca 898100169

cuaca 898100170

cuaca 898100171

cuaca 898100172

cuaca 898100173

cuaca 898100174

cuaca 898100175

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

article 710000181

article 710000182

article 710000183

article 710000184

article 710000185

article 710000186

article 710000187

article 710000188

article 710000189

article 710000190

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

psda 438000110

news-1701