Pipa off take di Jalan Brigjen Katamso segera dipasang. BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliar dari APBD untuk membiayai proyek pemanfaatan air dari void bekas tambang milik PT Indominco Mandiri. Proyek ini menjadi langkah strategis dalam menjawab krisis air baku yang selama ini dihadapi kota industri tersebut.
Air dari void atau lubang bekas tambang ini akan dialirkan melalui pipa off take ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bhayangkara milik PDAM, untuk diolah menjadi air bersih sebelum disalurkan ke masyarakat.
“Void bekas tambang ini akan menjadi sumber air baku alternatif. Kami manfaatkan semaksimal mungkin agar krisis air bisa teratasi,” kata Kepala Perumda Tirta Taman (PDAM) Bontang, Suramin, Senin (21/7/2025).
Pipa off take dibangun di kawasan Gunung Telihan, tepat di depan RSUD Taman Husada, dengan panjang jalur mencapai 3 kilometer. Setelah tersambung ke IPA Bhayangkara, pipa ini ditargetkan mampu mengalirkan air hingga 200 liter per detik.
Menurut Suramin, seluruh pekerjaan, termasuk perbaikan jalan yang terdampak proyek, ditargetkan rampung pada akhir 2025. Proyek ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan PDAM, di mana PDAM berperan sebagai pendamping teknis.
“Nantinya setelah pekerjaan selesai dan air sudah mengalir, barulah dilakukan serah terima. Harapan kami, masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Perlu diketahui dari sisi pendanaan, pembangunan pipa ini melibatkan tiga pihak. Pertama, Pemprov Kaltim membiayai infrastruktur dari kawasan PT IMM di Kilometer 10 Jalan Poros Bontang-Samarinda hingga ke Tugu Selamat Datang di Kelurahan Gunung Telihan. Pekerjaan ini telah rampung.
Kedua, Pemkot Bontang menganggarkan Rp 23 miliar dari APBD untuk membiayai pipanisasi lanjutan dari Tugu Selamat Datang hingga ke Jalan Bhayangkara (Gunung Elai).
Ketiga, pemerintah juga mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 8,5 miliar untuk membangun koneksi pipa dari jalur induk Gunung Telihan ke Water Treatment Plant (WTP) Kanaan, guna memperluas cakupan layanan air bersih.
Sementara itu, PT IMM juga berkontribusi membangun jalur pipa dari sumber void hingga ke Kilometer 10 Jalan Poros Bontang-Samarinda, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan dan dukungan bagi masyarakat sekitar. (*)
Tidak ada komentar