Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel. (Memonesia/Lia)BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mulai menata langkah besar untuk menjadikan Bontang Lestari sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah kini merampungkan pemetaan 18 peluang investasi strategis yang diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan kawasan industri masa depan.
Pemetaan ini tak hanya menyusun daftar sektor potensial, tetapi juga menjadi peta jalan jangka panjang agar kawasan industri Bontang Lestari berkembang lebih terarah, kompetitif, dan menarik bagi investor nasional hingga global.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan berdasarkan analisis yang mempertimbangkan potensi geografis, kesiapan infrastruktur, rantai pasok industri, serta kebutuhan sektor-sektor unggulan di masa mendatang.
“Kami telah memetakan 18 peluang investasi di kawasan peruntukan jenis usaha yang sangat potensial,” katanya, Kamis (20/11/2025). Ia menegaskan bahwa daya tarik kawasan ini semakin kuat karena ditopang regulasi yang matang dan letak strategis sebagai hub industri di Kaltim.
Sektor-Sektor Unggulan yang Jadi Fokus Pengembangan
Dari 18 peluang investasi tersebut, beberapa sektor diprediksi menjadi magnet utama bagi investor, antara lain:
• Pembangunan pelabuhan sebagai tulang punggung logistik
• Industri pengolahan limbah B3 untuk mendukung kegiatan industri
• Industri farmasi dan pengalengan ikan yang memanfaatkan kekuatan sumber daya
• Pengolahan rumput laut, pergudangan, serta industri energi seperti biodiesel dan gliserin
Pemerintah juga menaruh perhatian pada sektor berbasis soda ash, yang memiliki turunan industri bernilai tinggi seperti kaca, keramik, panel surya, natrium bikarbonat, dan natrium nitrat. Bahkan, industri kosmetik dan perawatan turut masuk dalam pemetaan karena relevan dengan pemanfaatan gliserin.
Dua sektor tambahan—pembangunan pasar dan terminal kawasan—dipetakan sebagai fasilitas pendukung untuk memperkuat rantai distribusi industri.
Karel menegaskan, seluruh rencana investasi akan diarahkan pada konsep industri ramah lingkungan. Bontang tidak ingin tumbuh dengan mengabaikan keberlanjutan.
“Kami membuka peluang bagi investor, tetapi tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Semua yang masuk harus sejalan dengan visi keberlanjutan kota,” tegasnya.
Dengan selesainya pemetaan ini, DPMPTSP berharap para pelaku usaha melihat bahwa Bontang Lestari benar-benar siap berkembang sebagai kawasan industri terpadu yang modern, berdaya saing, dan berpotensi besar menjadi motor ekonomi baru di Kalimantan Timur.
“Dengan 18 sektor ini, harapannya akan menjadi sinyal kuat bahwa Bontang tidak hanya membuka ruang investasi, tetapi juga menawarkan arah pembangunan yang terencana, hijau, dan prospektif bagi masa depan kota,” pungkasnya.
Tidak ada komentar