Pemkab Kukar Dorong Penyelesaian Pabrik Rumput Laut Muara Badak

Admin
4 Okt 2026 12:06
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) masih mendorong penyelesaian fasilitas pendukung pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Meski belum beroperasi penuh, mesin utama pengolahan rumput laut di dalam bangunan pabrik telah tersedia. Bahkan, mesin tersebut sebelumnya telah melalui tahap uji coba.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan pembangunan pabrik tidak terhenti. Pekerjaan yang masih diperlukan terutama berkaitan dengan penyelesaian fasilitas pendukung.

“Mesin kan sudah ada sebenarnya, mesinnya sudah ada, cuma karena kondisi keuangan negara sehingga ada pemangkasan anggaran,” kata Burhanuddin.

Menurutnya, pekerjaan lanjutan semestinya dilakukan pada tahun ini, termasuk penyelesaian pekerjaan fisik dan fasilitas pendukung. Namun, rencana tersebut terdampak rasionalisasi anggaran sehingga alokasi untuk pekerjaan lanjutan belum dapat berjalan sesuai rencana.

“Seharusnya ada anggaran tahun ini untuk finishing dan fisik-fisik, cuma karena RKDPA yang tidak keluar karena pemangkasan rasionalisasi,” ujarnya.

Salah satu fasilitas yang masih membutuhkan penyesuaian adalah lantai pabrik. Kondisi lantai saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan operasional mesin sehingga perlu ditingkatkan.

Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang lainnya juga masih harus diselesaikan sebelum pabrik dapat beroperasi secara optimal.

“Mesinnya sudah ada tempatnya di dalam, cuma itu tadi fasilitas penunjangnya juga masih membutuhkan,” jelasnya.

Burhanuddin memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan berbagai fasilitas tersebut masih berada di kisaran Rp10 miliar. Pemkab Kukar berharap dukungan anggaran dapat kembali tersedia pada tahun mendatang sehingga pekerjaan finishing dapat dilanjutkan.

“Mudah-mudahan tahun depan masih ada anggarannya lagi. Karena lumayan juga di situ, pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal untuk finishing-nya lagi,” katanya.

Penyelesaian pabrik tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan nilai tambah komoditas rumput laut yang dihasilkan masyarakat Muara Badak.

Burhanuddin menjelaskan, pengolahan nantinya tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tepung rumput laut. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan membuka peluang pengembangan berbagai produk turunan dari rumput laut.

Dengan demikian, hasil produksi masyarakat tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi dapat diproses menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi di daerah. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x