Program Kukar Siap Kerja Tak Lagi Fokus Cetak Pekerja Formal, Namun Usaha Mandiri

Admin
1 Okt 2026 16:30
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperluas sasaran Program Kukar Siap Kerja. Tak hanya menyiapkan masyarakat untuk masuk dunia kerja formal, program tersebut kini diarahkan untuk mendorong warga mengembangkan usaha secara mandiri.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, perluasan itu menjadi bagian dari akselerasi Program Kukar Siap Kerja yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada peningkatan kompetensi pencari kerja.

“Program Siap Kerja sudah berakselerasi,” kata Dendy, Kamis (1/10/2026).

Dalam waktu dekat, skema tenaga kerja mandiri akan menyasar enam kelompok masyarakat yang tersebar di Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu dan Sebulu.

Dendy mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar program tidak hanya membuka akses masyarakat terhadap pekerjaan formal. Jalur usaha mandiri juga mulai disiapkan sebagai bagian dari sasaran program.

“Ini bentuk akselerasi kita bahwa tidak hanya fokus di kerja formal saja, tapi di informal juga,” ujarnya.

Peserta akan menjalani pelatihan selama lima hari. Setelah mengikuti pelatihan, kelompok penerima juga mendapat bantuan modal usaha untuk mendukung kegiatan usaha yang dijalankan secara mandiri.

Distransnaker Kukar kemudian akan melakukan pemantauan dan evaluasi sekitar tiga hingga empat bulan setelah bantuan diberikan. Evaluasi dilakukan untuk melihat pemanfaatan modal sekaligus perkembangan usaha masing-masing kelompok.

Kelompok yang menunjukkan perkembangan akan diarahkan mendapatkan dukungan melalui program lanjutan. Skemanya dapat berupa Kredit Kukar Idaman (KKI) Terbaik, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), maupun kemitraan dengan badan usaha.

“Akan didekatkan dengan program lanjutan yaitu KKI Terbaik atau CSR maupun badan usaha akan menjadi mitra program,” ujar Dendy.

Di sisi lain, Distransnaker Kukar tetap menjalankan pelatihan unit kompetensi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Saat ini, pelatihan tersebut diikuti 318 peserta. Sebanyak 305 peserta dibiayai melalui APBD Kukar, sedangkan 13 peserta lainnya mendapat pembiayaan melalui TJSP.

Pelatihan mencakup 10 jenis kompetensi yang disiapkan untuk meningkatkan keterampilan peserta sesuai kebutuhan dunia kerja.

Pembiayaan melalui TJSP menjadi salah satu bentuk kolaborasi dengan dunia usaha dalam pelaksanaan Program Kukar Siap Kerja, selain dukungan anggaran yang bersumber dari APBD Kukar. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x