Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi.SANGATTA – Isu liar yang berseliweran melalui media sosial kembali memantik kekhawatiran publik di Kutai Timur. Munculnya konten dari akun anonim yang tidak dapat diverifikasi membuat situasi informasi kian keruh dan rawan disalahartikan masyarakat.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyoroti fenomena tersebut usai membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Royal Viktoria, Selasa (17/11/2025). Ia menilai derasnya konten tanpa identitas dan tanpa proses klarifikasi telah menjadi tantangan serius bagi pemerintah maupun warga.
Ia menyebut banyak isu dilempar ke publik tanpa pemeriksaan, lalu langsung dipercaya seolah fakta. Kondisi ini, menurutnya, berbahaya karena dapat memicu kesalahpahaman yang lebih luas.

Platform seperti TikTok dan Instagram disebutnya sebagai ruang penyebaran tercepat, tetapi sekaligus paling rawan. Arus konten yang masif di kedua platform itu kerap tidak disertai tanggung jawab dalam menjaga akurasi data, sehingga masyarakat rentan terkecoh oleh narasi yang belum tentu benar.
Di tengah situasi itu, Mahyunadi menegaskan pentingnya jurnalis profesional tetap berada di garis depan sebagai rujukan informasi yang dapat dipercaya. Wartawan, katanya, memegang peran sentral dalam membantu publik membedakan mana berita yang terverifikasi dan mana sekadar isu yang dibalut sensasi.
Ia turut menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kemitraan dengan media yang kredibel. Kehadiran jurnalis berkompeten dinilai krusial untuk menekan hoaks sekaligus menjaga ekosistem informasi yang sehat.
Mahyunadi menilai, selama berita dari wartawan sudah melalui proses verifikasi yang benar, masyarakat akan lebih mudah menentukan sumber mana yang layak untuk dipercaya.
Tidak ada komentar