Hubungan China–Jepang Memanas, Ini Akar Masalahnya

Admin
21 Nov 2025 08:37
3 menit membaca

MEMONESIA.COM – Hubungan China dan Jepang memanas usai pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai kemungkinan pengerahan pasukan jika Taiwan mendapat serangan bersenjata. Ucapan itu disampaikan awal November di hadapan parlemen dan dianggap Beijing sebagai provokasi yang merusak stabilitas kawasan.

Kementerian Luar Negeri China mendesak Takaichi mencabut pernyataannya. Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, bahkan mengunggah pesan bernada ancaman terhadap Takaichi di media sosial. Meski tekanan meningkat, PM Jepang itu menolak menarik ucapannya. Ketegangan pun meroket hingga China membatasi penerbangan ke Jepang dan melarang warganya menonton anime Jepang.

Di sektor pariwisata, langkah itu menimbulkan kekhawatiran besar. Turis China merupakan pengunjung terbanyak ke Jepang, dan setiap penurunan jumlah wisatawan punya dampak langsung terhadap bisnis lokal.

China terus menuntut Takaichi mencabut pernyataannya karena dianggap memperkeruh hubungan dan memicu kemarahan publik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa Jepang akan menanggung seluruh konsekuensi jika tetap mempertahankan sikap tersebut saat konferensi pers Rabu (19/11). Namun ia tidak merinci bentuk respons tegas yang dimaksud.

Analisis The Guardian menyebut risiko konflik meningkat seiring aktivitas militer yang makin sering terjadi di wilayah sensitif seperti Kepulauan Senkaku dan ADIZ Taiwan. Situasi ini memperbesar kemungkinan salah perhitungan yang dapat berubah menjadi bentrokan.

Dalam jangka pendek, perselisihan ini diperkirakan berdampak pada hubungan ekonomi dan interaksi masyarakat kedua negara. Seruan China agar warganya menghindari perjalanan ke Jepang langsung menekan saham pariwisata dan ritel. Lebih dari 120 ribu pelajar China berada di Jepang per Mei 2024, sementara 1,67 juta warga China telah berkunjung dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Ekonom Nomura Research Institute, Takahide Kiuchi, menilai peringatan perjalanan China bisa menimbulkan kerugian hingga ¥2,2 triliun atau sekitar Rp234 triliun bagi Jepang. Beban ekonomi makin berat setelah China menunda perilisan dua anime Jepang dengan alasan meningkatnya sentimen penonton terhadap pemerintahan Takaichi.

Di tengah meningkatnya tekanan, Takaichi tetap kukuh. Namun sejumlah sumber menyebut utusan tingkat tinggi dari Tokyo sedang menuju Beijing untuk meredam situasi dan mencegah eskalasi lebih jauh.

Sejarah Panjang Sensitivitas Jepang–Taiwan

Relasi Jepang dan Taiwan memiliki akar panjang. Taiwan berada di bawah kekuasaan kolonial Jepang selama sekitar 50 tahun sejak 1895 sebelum diserahkan ke Republik China (ROC) setelah kekalahan Jepang di Perang Dunia II. Penyerahan itu terjadi di tengah perang saudara antara ROC dan pasukan Komunis.

ROC kemudian mundur ke Taiwan dan membangun pemerintahan di sana, sementara Komunis mendirikan Republik Rakyat China (PRC) di Beijing. Sejak itu PRC mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayah kedaulatannya dan berulang kali menegaskan siap menggunakan kekuatan jika diperlukan.

Taiwan menjadi sumber gesekan berkelanjutan yang melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara regional. Jika Beijing benar-benar menginvasi pulau tersebut, Jepang hampir pasti terseret dalam konflik mengingat 99 persen perdagangan Jepang bergantung pada jalur maritim yang melintasi wilayah sekitar Taiwan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-0712

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8951

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

10031

10032

10033

10034

10035

10036

10037

10038

10039

10040

10041

10042

10043

10044

10045

10101

10102

10103

10104

10105

10106

10107

10108

10109

10110

10111

10112

10113

10114

10115

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

10046

10047

10048

10049

10050

10051

10052

10053

10054

10055

10056

10057

10058

10059

10060

10116

10117

10118

10119

10120

10121

10122

10123

10124

10125

10126

10127

10128

10129

10130

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10061

10062

10063

10064

10065

10066

10067

10068

10069

10070

10131

10132

10133

10134

10135

10136

10137

10138

10139

10140

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

10141

10142

10143

10144

10145

10146

10147

10148

10149

10150

10071

10072

10073

10074

10075

10076

10077

10078

10079

10080

10081

10082

10083

10084

10085

10151

10152

10153

10154

10155

10156

10157

10158

10159

10160

10161

10162

10163

10164

10165

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

news-0712