Rapat persiapan Hari Pahlawan Nasional 2026 yang berlangsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar.
MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan dua lokasi untuk pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2026, 10 November 2026. Upacara akan berlangsung di lapangan kecil Kantor Bupati Kukar dan Taman Makam Pahlawan (TMP).
Persiapan kegiatan tersebut kini telah mencapai sekitar 75 persen. Panitia masih mematangkan pembagian tugas, kesiapan petugas, hingga kebutuhan perlengkapan sebelum memasuki tahapan gladi yang dijadwalkan pekan depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, mengatakan persiapan dibahas melalui rapat koordinasi di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin (2/11/2026). Rapat tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta instansi terkait lainnya.
Salah satu pembahasan adalah pembagian tugas petugas upacara. Tahun ini, Polres Kukar mendapat tanggung jawab sebagai komandan upacara sekaligus menyiapkan perwira upacara. Penugasan tersebut dilakukan secara bergantian dengan Kodim.
“Untuk pembagian tugasnya, tahun ini kita meminta Polres Kukar menjadi komandan dan petugas perwira upacara. Sementara untuk pelaksanaan berikutnya akan bergantian dengan Kodim,” ujarnya.
Kebutuhan teknis di kedua lokasi juga ditangani oleh instansi berbeda. Perlengkapan pengeras suara di lingkungan Kantor Bupati akan dikoordinasikan dengan Bagian Umum, sedangkan kebutuhan peralatan di TMP menjadi tanggung jawab bersama Dinas Sosial (Dinsos).
Panitia turut menyiapkan atribut pendukung seperti spanduk dan baliho. Sementara itu, anggota Paskibraka Kukar akan dilibatkan dalam prosesi pengibaran bendera Merah Putih.
Peringatan Hari Pahlawan tahun ini juga akan diisi kegiatan donor darah. PMI diminta mengoordinasikan pelaksanaannya, sedangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar menyiapkan tenaga medis dan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan peserta maupun masyarakat.
“PMI dan Dinas Kesehatan kita libatkan untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga medis. Selain itu, kita juga meminta PMI menyiapkan kegiatan donor darah, sedangkan Dinkes membantu dari sisi pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Rinda menyebutkan, tahapan persiapan berikutnya difokuskan pada gladi bagi seluruh perangkat upacara. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pekan depan untuk memastikan kesiapan petugas sebelum pelaksanaan 10 November.
“Persiapannya sudah sekitar 75 persen. Minggu depan kita rencanakan melaksanakan gladi untuk perangkat upacara. Mudah-mudahan seluruh persiapan berjalan lancar sampai hari pelaksanaan nanti,” pungkasnya. (Adv/Ns)
Tidak ada komentar