Petani Padi di Danau Semayang Kukar Siapkan Panen Raya pada November

Admin
30 Okt 2026 11:50
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Petani padi di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), bersiap menggelar panen raya pada November 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memperkirakan kegiatan tersebut berlangsung sekitar dua pekan setelah rencana panen disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Aulia mengatakan persiapan panen raya telah dikoordinasikan bersama pihak terkait. Ia juga mengundang berbagai pihak untuk datang langsung menyaksikan hasil budidaya padi masyarakat di kawasan Danau Semayang.

“Kami sudah berkoordinasi. Kemungkinan dua minggu lagi kita akan melaksanakan panen raya. Melalui kesempatan ini, kami juga ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang dan menyaksikan kegiatan panen raya padi yang sempat viral,” kata Aulia.

Meski demikian, panen padi di kawasan tersebut tidak berlangsung serentak. Jadwal panen setiap petani berbeda karena waktu tanam menyesuaikan penyusutan air danau serta kesiapan lahan masing-masing.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani, menjelaskan petani mulai menanam ketika permukaan Danau Semayang menyusut dan lahan yang sebelumnya tergenang mulai bisa dimanfaatkan.

“Ketika kondisi danau mulai mengering dan mereka melihat peluang untuk menanam, mereka mulai menanam. Setelah itu, tetangganya menyusul menanam. Jadi, waktunya berbeda-beda, tidak seperti persawahan yang jadwal tanamnya lebih teratur,” jelas Rifani.

Dengan pola tanam tersebut, panen diperkirakan berlangsung bertahap sejak awal November hingga pertengahan Desember 2026. Bahkan, sebagian lahan berpotensi baru memasuki masa panen pada akhir Desember.

Petani di kawasan Danau Semayang menggunakan metode tanam benih langsung atau Tabela Dar. Benih ditanam ketika air danau surut sehingga lahan yang sebelumnya terendam dapat dimanfaatkan untuk budidaya padi.

Untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat, Pemkab Kukar telah menyalurkan sekitar 1,5 ton benih padi ke Desa Semayang. Bantuan dengan jumlah serupa juga diberikan kepada masyarakat Desa Pela.

Benih yang disalurkan ke Semayang diperkirakan dapat mendukung kegiatan tanam di lahan seluas 10 hingga 15 hektare. Luasan tersebut belum termasuk lahan yang ditanami masyarakat secara swadaya.

Pola pertanian serupa juga ditemukan di kawasan Melintang, Kecamatan Muara Wis, yang diperkirakan memasuki masa panen pada awal Desember 2026. Penanaman padi juga dilakukan masyarakat Desa Pela dan kawasan Jantur yang berada di anak Danau Jempang.

Setelah panen, Distanak Kukar akan mengukur produktivitas tanaman menggunakan metode ubinan dengan mengambil sampel hasil panen dari petak berukuran satu meter persegi. Hasil pengukuran menjadi dasar untuk menghitung produktivitas sekaligus memperkirakan total produksi berdasarkan luas lahan.

Pengukuran tersebut juga diperlukan untuk mengetahui dampak musim kemarau terhadap hasil pertanian. Rifani menyebut tanaman yang ditanam sebelum Juli berpotensi mengalami penurunan produksi, sedangkan tanaman yang ditanam setelah periode tersebut diperkirakan masih relatif normal.

“Kita belum bisa memperkirakan pengaruh musim kemarau terhadap produksi secara keseluruhan karena masih ada beberapa lahan yang belum dipanen. Nanti setelah panen selesai dan hasil ubinan diketahui, baru kita bisa melihat apakah terjadi penurunan produksi atau tidak,” ujar Rifani.

Hasil panen dan pengukuran produktivitas tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemkab Kukar untuk melihat potensi pengembangan pertanian padi di kawasan danau. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x