IKA PMII Kukar Siap Kritis Awasi Pembangunan di Tengah Tantangan Fiskal

Admin
21 Okt 2026 13:20
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan akan mengawasi pelaksanaan pembangunan daerah, terutama untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Organisasi ini menilai kritik perlu disertai solusi agar hambatan pembangunan dapat dievaluasi dan diperbaiki.

Ketua IKA PMII Kukar, H. Al Hifni, mengatakan pengawasan terhadap pembangunan menjadi penting di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah. Menurutnya, program yang dijalankan harus dipastikan tepat sasaran dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

“Kita akan terus kritis memantau proses pembangunan di Kukar agar pembangunan itu bisa dimanfaatkan dengan baik dan dirasakan oleh masyarakat,” ujar Hifni saat pelantikan pengurus IKA PMII Kukar periode 2026–2031 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (21/10/2026).

Hifni menegaskan, fungsi kontrol organisasi tidak cukup hanya menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. IKA PMII juga ingin menghadirkan gagasan yang dapat membantu mengatasi hambatan maupun persoalan dalam pelaksanaan program pembangunan.

“Harapan kita, sebagai organisasi kemahasiswaan yang sudah menjadi alumni, di samping kritis, bentuknya juga transformatif. Artinya, kritik yang mentransformasi kebaikan dan memberikan solusi terhadap hambatan maupun ketidaklancaran,” jelasnya.

Ia menyebut IKA PMII memiliki sumber daya manusia dari berbagai bidang dan profesi yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah. Organisasi tersebut menyatakan siap mendukung program pemerintah melalui visi Kukar Idaman Terbaik, tetapi tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan dan pelaksanaannya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, juga meminta alumni PMII tidak kehilangan tradisi berpikir kritis. Ia berharap masukan dari organisasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Kritisnya jangan sampai hilang. Mereka harus tetap kritis dan memberikan saran serta masukan, karena itu memang sangat penting,” katanya.

Taufik berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sebanyak 60 pengurus harian IKA PMII Kukar periode 2026–2031 dikukuhkan dalam pelantikan tersebut, di luar unsur Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan. Kepengurusan ini merupakan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) V IKA PMII Kukar yang menetapkan H. Al Hifni sebagai ketua. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x