Kepala DKP Kukar, Muslik.
MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bergerak. Dari sembilan lokasi yang masuk program nasional tersebut, tujuh titik telah memasuki tahap pelaksanaan.
Dua lokasi lainnya masih tertahan kendala teknis dan dalam proses persiapan untuk masuk tahap pembangunan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar Muslik mengatakan, tujuh lokasi yang sudah berjalan telah memiliki pemenang dan pelaksana pekerjaan. Pemkab Kukar kini memantau progres pembangunan di masing-masing titik.
“Sudah berjalan sih ada 9 titik. Saat ini yang sudah berprogres ada 7, yang dua masih kita coba untuk ini karena masih pengaruh masalah-masalah teknis,” ujar Muslik, Selasa (29/9/2026).
Sembilan lokasi KNMP tersebut berada di Kuala Samboja, Muara Jawa Pesisir, Pela, Sangkuliman, Danau Semayang, Kersik dan Tanjung Limau.
Untuk tahap awal, progres pembangunan terlihat di Kuala Samboja dan Muara Jawa Pesisir. Pekerjaan di dua lokasi itu telah masuk tahap clearing atau pembukaan lahan.
“Yang berprogres kalau nggak salah yang di Muara Jawa Pesisir sama di Kuala Samboja. Ya, sudah clearing lahan, kita berharap diselesai juga ini,” katanya.
Sementara lokasi lainnya masih menunggu tahapan pelaksanaan berikutnya. Tanjung Limau masih dalam proses, sedangkan Kersik juga menunggu tahapan lanjutan.
Muslik menjelaskan, KNMP merupakan program pemerintah pusat sehingga pembangunan di daerah mengikuti tahapan yang telah ditetapkan. Pemkab Kukar berperan memantau pelaksanaan pembangunan di setiap lokasi.
Fasilitas yang dibangun pada tahap awal difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat nelayan. Di antaranya shelter, tempat pendaratan ikan, gudang hingga fasilitas perbaikan atau bengkel.
“Sebenarnya yang dasar-dasar saja sih, nampaknya konstruksinya dulu, karena seperti shelter kemudian tempat pendaratan ikan, kemudian gudang-gudang,” jelasnya.
Sejumlah lokasi juga direncanakan memiliki fasilitas pendukung berupa pabrik es. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu penanganan dan penyimpanan hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan.
“Karena nanti kan dibangun seperti pabrik es gitu kan,” ujarnya.
Selain itu, beberapa titik KNMP juga direncanakan dilengkapi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional nelayan di wilayah pesisir.
Pemkab Kukar menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap hingga seluruh fasilitas dapat digunakan masyarakat.
“Kalau ini dasarkan yang kita berharap dua tahun ke depan sudah bisa beroperasi. Karena kayaknya bertahap juga gitu, karena sudah menjelang akhir tahun ini kan baru masuk pelaksanaannya untuk dasarnya itu,” jelas Muslik.
Pemkab Kukar selanjutnya akan memantau pembangunan di tujuh lokasi yang telah berjalan, sekaligus mendorong dua titik yang masih menghadapi kendala teknis agar segera masuk tahap pelaksanaan. (Adv/Ns)
Tidak ada komentar