Festival Luuq Melapeh Jadi Etalase Budaya Dayak, Bupati Kubar Dorong UMKM hingga Wisata Lokal

Admin
18 Jul 2026 10:19
2 menit membaca

SENDAWAR – Festival Luuq Melapeh 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya Dayak Tunjung Rentenuukng. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memanfaatkan ajang tahunan ini sebagai panggung untuk memperkenalkan potensi wisata, mengangkat produk UMKM, hingga mendorong ekonomi kreatif masyarakat Kampung Linggang Melapeh.

Festival yang dirangkaikan dengan Jelajah Alam Melapeh (JAM) Series 6 itu resmi dibuka Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Lapangan Benteng Putra, Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (18/7/2026).

Pembukaan festival turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Erik Victory, unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kutai Barat Yudi Hermawan, Ketua TP PKK Maria Christina Frederick Edwin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Yosepa Yolanda, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh adat, hingga ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Frederick menegaskan Festival Luuq Melapeh telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda budaya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Festival ini bukan hanya tentang melestarikan budaya, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata, menggerakkan UMKM, dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan tema tahun ini, Samaaq Tujuuq Taai Mengkuuq, Sempawaat Taq Mengkaat, Sempekat Luuq Melapeh, mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus membangun kampung.

Bupati menilai nilai-nilai tersebut penting dipertahankan di tengah perkembangan zaman agar budaya lokal tetap menjadi identitas masyarakat Kutai Barat.

Selain menampilkan kekayaan seni dan tradisi Dayak Tunjung Rentenuukng, festival juga menghadirkan berbagai produk unggulan daerah. Mulai dari busana adat Kriookng, Kopi Linggang, hasil kerajinan tangan, hingga aneka produk UMKM dipamerkan kepada para pengunjung.

Menurut Frederick, kegiatan seperti ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk khas Kutai Barat.

Ia juga mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam menjaga, mempromosikan, dan mengembangkan budaya daerah agar tetap lestari.

“Budaya adalah jati diri kita. Kalau bukan generasi muda yang menjaga, siapa lagi yang akan meneruskannya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap Festival Luuq Melapeh terus berkembang menjadi agenda budaya dan pariwisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Frederick menyampaikan apresiasi kepada panitia Festival Luuq Melapeh 2026, panitia JAM Series 6, Pemerintah Kampung Linggang Melapeh, tokoh adat, pelaku seni budaya, pelaku UMKM, Dinas Pariwisata Kutai Barat, para sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x