Harlah ke-34 Ponpes Assalam, Menag Nassaruddin Sebut Kubar Sebagai Teladan Kerukuan

Admin
4 Jul 2026 20:55
3 menit membaca

SENDAWAR – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sebagai salah satu daerah yang berhasil menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.

Penilaian itu disampaikannya saat menghadiri Dialog Kebangsaan yang dirangkai dengan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Sabtu (4/7/2026).

Di hadapan ratusan santri, tokoh agama, dan masyarakat, Nasaruddin mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan dan toleransi sebagai modal utama menjaga keutuhan Indonesia.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah, paling cantik di muka bumi. Karena itu jangan ada yang merusak lukisan ini,” tegasnya.

Menurut Menag, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa keberagaman suku, budaya, adat istiadat, dan agama yang mampu hidup berdampingan secara damai. Kondisi tersebut menjadi kekuatan besar yang harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia periode 2025-2026 mencapai angka 87. Capaian itu menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga toleransi dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.

Nasaruddin menegaskan, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Karena itu, pesantren dan masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan serta ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan kemanusiaan.

“Semua anak Indonesia adalah bersaudara. Masjid juga harus menjadi rumah besar bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut Kalimantan Timur sebagai miniatur Indonesia karena masyarakatnya hidup harmonis di tengah keberagaman.

Menurutnya, Kutai Barat menjadi salah satu contoh daerah yang mampu menjaga kehidupan yang damai dan penuh toleransi.

“Di tengah keberagaman, di sini kita bisa hidup berdampingan, gotong royong, adem, dan saling menghormati,” katanya.

Rudy menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat toleransi antarumat beragama. Salah satunya melalui pemberian penghargaan perjalanan religi kepada penjaga rumah ibadah dari berbagai agama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka menjaga kerukunan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama RI beserta rombongan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Ia berharap kunjungan tersebut semakin memperkuat semangat persaudaraan dan moderasi beragama yang selama ini terjaga di Kutai Barat.

Pada momentum Harlah ke-34 Ponpes Assalam Arya Kemuning, Frederick juga memberikan penghargaan atas kontribusi pesantren dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat selama lebih dari tiga dekade.

Menurutnya, Ponpes Assalam tidak hanya mencetak generasi berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program kemanusiaan, mulai dari pembinaan mualaf di wilayah pedalaman, khitanan massal gratis lintas agama, hingga nikah massal bagi masyarakat.

“Semua ini merupakan bukti nyata bahwa pesantren mampu merajut kebersamaan tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.

Frederick menegaskan bahwa Pemkab Kubar bersama Forkopimda dan tokoh lintas agama akan terus menjaga keamanan, kedamaian, serta keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Syarifah Suraidah Harum, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur Abdul Khaliq, pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, jajaran perangkat daerah, tokoh lintas agama, serta ratusan santri dan santriwati. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x