DKP Kukar Siapkan Bantuan Perahu dan Mesin untuk Nelayan

Admin
17 Okt 2026 14:25
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan bantuan sarana penangkapan ikan berupa perahu, mesin, dan alat tangkap. Namun, bantuan tersebut masih dalam proses pengadaan dan hanya diperuntukkan bagi nelayan yang memenuhi persyaratan.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan calon penerima wajib memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) serta tergabung dalam kelompok usaha. Persyaratan ini diterapkan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang benar-benar menjalankan usaha perikanan.

“Penerima bantuan harus benar-benar berprofesi sebagai nelayan dan memiliki kartu KUSUKA. Mereka juga perlu tergabung dalam kelompok, karena pola pembinaan kami berbasis kelompok agar dampak bantuan bisa lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Muslik, nelayan yang memenuhi kriteria bisa berasal dari mereka yang menjadikan kegiatan menangkap ikan sebagai mata pencaharian utama maupun pekerjaan sambilan.

DKP Kukar membina sejumlah kelompok usaha perikanan, mulai dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar), hingga kelompok masyarakat pengawas sumber daya ikan (Pokmaswas).

Program bantuan sarana penangkapan ikan menyasar wilayah perairan darat dan pesisir. Di kawasan perairan darat, cakupannya meliputi Kecamatan Muara Muntai, Kota Bangun, Muara Wis, dan Kenohan.

Sementara itu, wilayah pesisir yang menjadi sasaran mencakup Muara Badak, Anggana, Muara Jawa, Sanga-Sanga, hingga Samboja.

“Untuk bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan, saat ini masih berproses. Bantuan yang disiapkan berupa perahu, mesin, dan alat tangkap,” kata Muslik.

Ia menyebut dukungan sarana produksi diperlukan untuk menunjang kegiatan nelayan, terutama ketika kondisi iklim dan cuaca tidak menentu. Meski demikian, bantuan belum dapat disalurkan karena proses pengadaan masih berjalan dan calon penerima harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, DKP Kukar memprioritaskan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Perikanan tangkap dan perikanan budidaya tetap menjadi dua fokus utama dalam pengembangan sektor perikanan.

“Dengan kondisi fiskal yang terbatas, kami memprioritaskan kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas, terutama program perikanan tangkap,” pungkasnya. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x