SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) mendorong pengembangan sektor agrowisata berbasis masyarakat sebagai salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Kampung Linggang Purwodadi, Kecamatan Linggang Bigung, dinilai menjadi contoh pengembangan potensi lokal yang mengintegrasikan sektor wisata dengan pemberdayaan ekonomi warga.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-62 Kampung Linggang Purwodadi di halaman kantor kampung setempat, Rabu (24/6/2026).
Menurut Nanang, konsep Kampung Agrowisata yang dipadukan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pekarangan rumah yang hijau dan produktif serta destinasi agrowisata yang sedang dirintis diharapkan dapat terus dikembangkan secara konsisten sehingga menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kecamatan Linggang Bigung,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup juga meninjau Pameran Pusaka Nusantara 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kampung. Berbagai potensi lokal ditampilkan sebagai bentuk promosi kekayaan budaya sekaligus peluang pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Nanang menilai pembangunan kampung tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Karena itu, ia mendorong pemerintah kampung mengoptimalkan pemanfaatan Dana Kampung agar tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, pengembangan sektor produktif, serta pemberdayaan ekonomi warga.

Ia menegaskan keberhasilan pembangunan desa akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Semangat gotong royong yang selama ini terjaga di Linggang Purwodadi dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Selamat merayakan hari jadi kampung. Semoga Linggang Purwodadi semakin maju, agrowisatanya berkembang, tata kelola kampung semakin tertata dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.
Selain mendorong penguatan ekonomi, Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Kutai Barat. Menurutnya, keharmonisan sosial merupakan fondasi utama agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Perbedaan adalah kekayaan kita. Jadikan itu sebagai perekat untuk hidup guyub rukun dan saling tolong-menolong,” pungkasnya.
Nanang menambahkan, usia ke-62 Kampung Linggang Purwodadi menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun kampung yang mandiri. Ia mengapresiasi pemerintah kampung dan masyarakat yang terus mempertahankan budaya gotong royong sekaligus menghadirkan berbagai inovasi untuk mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan. (Adv/ Diskominfo Kubar)
Tidak ada komentar