Waspadai Krisis Guru, Ratusan ASN Disdikbud Bontang Masuk Masa Pensiun 2026

Admin
24 Nov 2025 12:18
1 menit membaca

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali bersiap menghadapi potensi krisis guru pada 2026. Sekitar 100 ASN di lingkungan Disdikbud dijadwalkan memasuki masa pensiun, dan angka tersebut dinilai cukup besar untuk memengaruhi stabilitas layanan pendidikan.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan ratusan ASN itu mencakup tenaga administrasi, pendamping, hingga tenaga pengajar. Kondisi ini membuat banyak satuan pendidikan berpotensi mengalami kekurangan guru.

“Saat ini kami masih melakukan penghitungan kebutuhan guru untuk mengisi kuota yang kosong. Tahun depan jumlah pensiun cukup banyak, sehingga dampaknya besar bagi layanan pendidikan,” ujar Safa, Jumat (28/11/2025).

Ia menjelaskan, Pemkot Bontang tidak bisa menambah tenaga honorer baru karena aturan nasional sudah melarang perekrutan non-ASN. Sementara itu, pengadaan PPPK juga tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena jumlah formasi tidak berbanding dengan kebutuhan.

“Kuota PPPK terbatas, sementara kebutuhan besar. Itulah yang membuat situasi semakin sulit,” katanya.

Keterbatasan tenaga pendidik itu juga memaksa sejumlah guru merangkap mengajar di mata pelajaran lain. Beberapa guru Pendidikan Agama, misalnya, harus mengisi kekosongan di pelajaran yang tidak memiliki pengajar.

“Situasi ini memang berat. Karena itu perlu intervensi lebih dari pemerintah agar krisis guru tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x