TPID Kutim Perkuat Koordinasi Tekan Inflasi Lewat Pemantauan Harga Harian

Admin
14 Nov 2025 10:06
2 menit membaca

SANGATTA – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kutai Timur (Kutim) terus ditingkatkan melalui peran strategis Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten yang menjadi pusat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Lewat fungsi sekretariat ini, seluruh perangkat daerah disinergikan untuk menjalankan langkah pengendalian inflasi secara terarah sesuai road map TPID.

Kepala Bagian Perekonomian, Vita Nurhasanah, mengatakan Road Map Pengendalian Inflasi Daerah menjadi pedoman utama TPID dalam merancang strategi menghadapi potensi inflasi maupun deflasi. Bagian Perekonomian, kata dia, tidak sekadar bertugas sebagai pelaksana teknis, tetapi memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif.

“Nah, bagian perekonomian bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi berfungsi sebagai pusat koordinasi yang memastikan setiap perangkat daerah menjalankan program sesuai ketetapan dalam road map,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Untuk memastikan efektivitas program, Bagian Perekonomian menghimpun seluruh data, laporan kegiatan, dan informasi pengendalian harga dari OPD terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Pertanian. Setiap kegiatan kemudian dipantau kontribusinya terhadap stabilitas harga di lapangan.

“Mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan program inflasi dilakukan secara berkala, salah satunya melalui pemantauan inflasi daerah menggunakan Indeks Perkembangan Harga (IPH),” jelas Vita.

Kutim yang merupakan wilayah non-IHK mengandalkan pengukuran IPH harian untuk membaca pergerakan harga secara cepat. Data ini menjadi dasar evaluasi sekaligus bahan perumusan kebijakan TPID ketika terjadi gejolak harga.

“Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa pada minggu ketiga, Kutai Timur berada pada angka IPH minus 0,54, yang menandakan terjadi deflasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan harga beberapa komoditas utama, khususnya bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x