Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin (Dok. Memonesia)BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan tradisi Pesta Laut yang digelar Desember nanti tidak mengalami perubahan konsep. Meski mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), agenda budaya ini tetap diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Bontang Kuala sebagai pelaksana utama.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa masyarakat memiliki kewenangan penuh dalam menyusun format acara. Pemerintah hanya membantu menyediakan anggaran dan fasilitas pendukung tanpa ikut mengubah bentuk tradisi.
“Pemerintah memang membantu, tapi pelaksanaannya tetap warga Bontang Kuala. Karena ini upacara turun-temurun, konsepnya tidak bisa serta-merta kita ubah,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Ia mengatakan kearifan lokal yang melekat pada Pesta Laut harus dijaga agar tidak hilang karena intervensi berlebihan. Prinsip menjaga warisan leluhur menjadi alasan utama dinas memberi ruang penuh kepada masyarakat untuk mengatur jalannya ritual.
Saparuddin membandingkan Pesta Laut dengan Bontang City Carnival (BCC), yang sepenuhnya dirancang pemerintah sebagai event modern. BCC, kata dia, memiliki ruang kreasi lebih luas karena tidak terikat tradisi turun-temurun.
Selain menjaga keaslian tradisi, Disdikbud memastikan pelaku UMKM juga akan dilibatkan dalam Pesta Laut. Keterlibatan UMKM disebut telah menjadi pola tetap di berbagai agenda budaya kota.
“Setiap event pasti ada UMKM. Di BCC misalnya, jumlah UMKM yang terlibat hampir sebanding dengan jumlah pengunjungnya. Jadi UMKM sudah jadi satu kesatuan dari setiap kegiatan,” tuturnya.
Tidak ada komentar