GENCARKAN Jadi Ruang Edukasi Keuangan bagi Petani Kukar

Admin
25 Sep 2026 15:41
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan petani dan pelaku usaha sektor pertanian melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Tani Nasional 2026 di Stadion Rondong Demang, kawasan Expo Erau 2026, Jumat (25/9/2026). Peserta terdiri atas petani, peternak, nelayan, Kelompok Wanita Tani (KWT), petani milenial, dan pemuda tani.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan kemampuan mengelola pendapatan menjadi bagian penting bagi pelaku usaha pertanian agar hasil usaha tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat kembali menjadi modal pengembangan usaha.

“Kalau hasil pertanian sudah memberikan pemasukan, maka kita harus berpikir bagaimana pemasukan itu tidak hanya selesai untuk kebutuhan hari ini. Ada yang disimpan, ada yang diputar kembali untuk usaha, dan ada yang disiapkan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga,” ujarnya.

Menurut Aulia, literasi keuangan juga diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan akses pembiayaan secara tepat. Pemerintah memiliki program, sementara lembaga keuangan menyediakan instrumen pembiayaan dan perlindungan yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha.

“Kita ingin petani, peternak dan nelayan tidak berjalan sendiri. Pemerintah punya program, lembaga keuangan punya instrumen pembiayaan dan perlindungan, sementara masyarakat punya usaha yang harus dikembangkan. Kalau ini bertemu, maka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan akan semakin besar,” tuturnya.

Penguatan literasi dan akses keuangan tersebut juga dikaitkan dengan program Kukar Idaman Terbaik, salah satunya melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik (KKI) bagi masyarakat produktif.

Selain akses pembiayaan, Pemkab Kukar memiliki program bantuan atau stimulus yang menyasar 100 ribu petani, peternak dan nelayan produktif. Aulia mengatakan dukungan tersebut perlu diikuti kemampuan penerima dalam merencanakan dan mengelola keuangan.

“Yang kita bangun bukan hanya bagaimana memberikan akses, tetapi bagaimana akses itu digunakan secara tepat. Kita ingin bantuan dan pembiayaan yang diterima benar-benar menjadi pengungkit usaha, bukan justru menambah persoalan baru bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), Yulianta, mengatakan GENCARKAN menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Ia menyebut tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di kisaran 69 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

“Jangan sampai masyarakat sudah menggunakan produk keuangan, tetapi belum memahami manfaat dan risikonya. Itu sebabnya literasi harus terus kita tingkatkan, terutama kepada kelompok seperti petani dan nelayan yang memiliki karakteristik risiko usaha tersendiri,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat edukasi mengenai risiko pinjaman online ilegal, investasi ilegal, penipuan dan judi online. OJK mengingatkan masyarakat untuk menjaga data pribadi, termasuk NIK, PIN, OTP dan password.

Masyarakat juga diajak menerapkan prinsip 2L, yakni legal dan logis, sebelum menggunakan produk maupun layanan jasa keuangan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani mengatakan peningkatan kapasitas petani dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan kelompok.

“Kapasitas petani dan kelompok tetap kita kejar untuk peningkatannya dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Melalui GENCARKAN, edukasi bagi pelaku sektor pertanian mencakup tidak hanya aspek produksi, tetapi juga kemampuan mengelola pendapatan serta memahami penggunaan produk dan layanan jasa keuangan. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x