Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspianur.BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang meluncurkan gagasan program SI KUMBANG atau Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM.
Langkah ini bertujuan memperkuat keterlibatan pelaku usaha kecil dalam rantai ekonomi industri di kota berjuluk Kota Taman tersebut.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa selama ini kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah belum optimal karena lemahnya pola kemitraan terstruktur, rendahnya akses pasar, serta belum adanya skema kebijakan daerah yang menjamin keberlanjutan hubungan antara perusahaan besar dan pelaku usaha kecil.
“Program ini diarahkan agar UMKM tidak hanya jadi penonton di tengah derasnya arus investasi. Kami ingin mereka ikut berperan dalam rantai pasok industri,” jelas Aspiannur, Selasa (11/11/2025).
Dalam skema SI KUMBANG, Koperasi Merah Putih akan bertindak sebagai penghubung antara kebutuhan rantai pasok perusahaan besar dengan kapasitas produksi UMKM lokal. Dengan pola agregasi ini, nilai ekonomi yang berputar di sektor industri diharapkan dapat terserap lebih luas ke masyarakat.
“Dengan pola ini, nilai ekonomi industri bisa lebih merata, UMKM lokal bisa tumbuh bersama industri besar,” tambahnya.
Program SI KUMBANG akan dijalankan melalui tiga tahapan. Tahap awal difokuskan pada penyusunan pola kemitraan selama dua bulan. Tahap menengah, penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum pelaksanaan dalam waktu 6–12 bulan. Tahap jangka panjang, pembentukan ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan dalam kurun 1–2 tahun.
Aspiannur menegaskan, kehadiran Perwali menjadi kunci agar kemitraan ini tidak berhenti sebatas wacana. “Kita ingin dampaknya nyata. Pasar bergerak, UMKM naik kelas, dan peluang kerja terbuka. Kemitraan ini harus berkelanjutan, bukan seremoni,” tegasnya.
Ia menambahkan, SI KUMBANG selaras dengan Asta Cita Presiden dan visi Bontang Berbenah, yang menekankan pentingnya penguatan koperasi serta pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
“Intinya sederhana, industri besar kuat, UMKM juga harus tumbuh. Ekonomi sehat hanya bisa tercipta kalau semuanya tumbuh bersama,” pungkasnya.
Tidak ada komentar