Belasan siswa SMP Vidatra dilarikan ke RS LNG Badak usai keracunan MBG.MEMONESIA.COM, Bontang – Sebanyak 11 siswa SMP Vidatra dilarikan ke RS LNG Badak setelah mengalami muntah hingga pingsan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026). Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5.
Kondisi para siswa cukup beragam. Sebanyak 11 siswa harus menjalani rawat inap karena mengalami keluhan yang dinilai cukup parah.
Salah seorang guru SMP Vidatra yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan pihak sekolah masih menunggu pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Sejumlah dugaan mengenai makanan yang dikonsumsi para siswa beredar setelah kejadian. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan sampel makanan.
“Ada yang bilang karena tahunya, ada yang bilang karena bahan masaknya harusnya santan, tapi untuk lebih murahnya lagi diganti kemiri sama chef-nya,” ungkapnya.
Selain itu, guru tersebut mengaku mendapat informasi dari salah seorang siswa mengenai adanya lalat pada lauk ayam yang disajikan dalam menu MBG.
“Tapi makanannya sudah diambil sampel dari MBG, untuk tahu penyebabnya,” jelasnya.
Tidak hanya siswa, sejumlah guru yang ikut menyantap makanan tersebut juga mengalami keluhan. Namun, kondisi mereka tidak sampai membutuhkan perawatan serius.
“Murid kami yang dirawat inap 11, karena termasuk parah. Untuk gurunya alhamdulillah tidak ada yang terlalu sampai parah,” bebernya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan sementara penerimaan MBG hingga waktu yang belum ditentukan.
Kejadian tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris datang langsung ke RS LNG Badak untuk melihat kondisi para siswa.
Agus mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi di Bontang. Evaluasi akan dilakukan melalui rapat bersama seluruh pengelola SPPG.
“Nanti kami adakan evaluasi tersebut, melalui rapat bersama seluruh pengelola SPPG,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS PT Badak Nurul Fathoni mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan penanganan kepada para siswa yang datang dengan keluhan setelah mengonsumsi MBG.
Menurutnya, kondisi siswa mulai membaik setelah mendapatkan perawatan. Pihak rumah sakit juga melakukan kunjungan ke sekolah untuk memastikan kondisi para siswa.
“Kami juga melakukan kunjungan ke sekolah setelah kejadian untuk memastikan kondisi siswa. Alhamdulillah, dari yang ringan hingga berat sudah teratasi dan mulai pulih,” tandasnya. (*)
Tidak ada komentar