Kota Terkaya di Indonesia, 6 Fakta Tentang Bontang

Admin
2 Sep 2021 18:25
Berita 0
5 menit membaca

internet

MEMONESIA.COM – Perkembangan suatu daerah di Indonesia tentu didasari suatu pertumbuhan ekonomi yang memadai. Walaupun luas wilayah dan penduduk terbilang minim, namun itu lah yang dimiliki Bontang hingga menjadi salah satu kota terkaya di Indonesia, sebuah kota di Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Selat Makassar.

Di kota ini berdiri tiga perusahaan besar di bidang yang berbeda-beda, yakni Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur, dan Indominco Mandiri (batubara). Bontang memiliki luas wilayah 49,757 km persegi dengan total penduduk 178.917 jiwa (Data Badan Pusat Statistik Bontang 2020). Kota ini pertama kali berdiri pada 1999 lalu, tepatnya 12 Oktober 1999.

Bontang menjadi kota industri yang mengalami perkembangan sangat siginifikan. Bersama dengan Samarinda dan Balikpapan, Bontang adalah penggerak ekonomi utama di provinsi Kalimantan Timur dan juga Pulau Kalimantan. Berikut 6 fakta menarik Kota Bontang yang dirangkum memonesia.com lewat berbagai sumber, 02 September 2021.

1. Berawal dari Perkampungan

Dalam perjalanan sejarah, Bontang yang sebelumnya hanya merupakan perkampungan yang terletak di daerah aliran sungai, kemudian mengalami perubahan status, sehingga menjadi sebuah kota. Ini merupakan tuntutan dari wilayah yang majemuk dan terus berkembang.

Pada awalnya, sebagai kawasan permukiman, Bontang memiliki tata pemerintahan yang sangat sederhana. Semula hanya dipimpin oleh seorang yang dituakan, bergelar Petinggi di bawah naungan kekuasaan Sultan Kutai di Tenggarong. Nama-nama Petinggi Bontang tersebut adalah: Nenek H. Tondeng, Muhammad Arsyad yang kemudian diberi gelar oleh Sultan Kutai sebagai Kapitan, Kideng dan Haji Amir Baida alias Bedang.

Bontang terus berkembang sehingga pada 1952 ditetapkan menjadi sebuah kampong yang dipimpin Tetua Adat. Saat itu kepemimpinan terbagi dua: hal yang menyangkut pemerintahan ditangani oleh Kepala Kampung, sedangkan yang menyangkut adat-istiadat diatur oleh Tetua Adat. Jauh sebelum menjadi wilayah Kota Administratif, sejak 1920 Desa Bontang ditetapkan menjadi ibu kota kecamatan yang kala itu disebut Onder Distrik van Bontang yang diperintah oleh seorang asisten wedana yang bergelar Kiyai. Adapun Kyai yang pernah memerintah di Bontang dan masih lekat dalam ingatan sebagian penduduk adalah: Kiai Anang Kempeng, Kiai Hasan, Kiai Aji Raden, Kiai Anang Acil, Kiai Menong, Kiai Yaman dan Kiai Saleh.

Sebelum menjadi sebuah kota, status Bontang meningkat menjadi kecamatan dibawah pimpinan seorang asisten wedana dalam Pemerintahan Sultan Aji Muhammad Parikesit, Sultan Kutai Kartanegara XIX (1921-1960), setelah ditetapkan Undang-undang No. 27 Tahun 1959 tentang pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan Timur dengan menghapus status Pemerintahan Swapraja.

2. Kota Layak Anak

Bontang meraih penghargaan keempat kalinya sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada 2019 lalu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (PPPA RI). Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta organisasi perangkat daerah (OPD) Anggota Gugus Tugas KLA maupun organisasi, lembaga masyarakat dan dunia usaha.

Bontang dikatakan layak anak karena telah memenuhi sistem pembangunan berbasis hak anak, melalui pengintegrasian komitmen seluruh stakeholder. Selain itu, Bontang juga akan mengembangkan tempat ibadah ramah anak melalui 21 MRA.

3. Salah Satu Kota Terkaya di Indonesia

Bontang menyandang predikat sebagai kota terkaya di Indonesia. Walaupun hanya memiliki tiga kecamatan, kota dengan penduduk lebih dari 170 ribu jiwa ini diberkati dengan kekayaan alam yang luar biasa.

Pasalnya, banyak berbagai investor besar dari luar negeri yang tertarik untuk membangun perusahaan di Bontang. Perusahaan besar di Bontang meliputi Badak NGL (perusahaan tambang gas alam), Indominco Mandiri (perusahaan tambang batu bara), dan masih banyak lagi. Lantas, tidak aneh jika kota yang satu ini memiliki pendapatan per kapita pada 2014, lebih dari Rp300 juta setiap tahunnya.

4. Bontang Kuala, Wisata Kampung Atas Air

Bontang memiliki wisata maritim yang diunggulkan yaitu Bontang Kuala. Kampung nelayan ini menonjolkan keunikannya berupa kampung di atas air dengan daya tarik unik serta fasilitas lengkap. Destinasi wisata di kampung nelayan saat ini tidak boleh dipandang remeh karena fasilitas yang tersedia untuk pengunjung sangatlah lengkap, mulai dari listrik, air bersih, hingga makanan khas Bontang.

Bontang Kuala terdiri atas dua wilayah, yaitu daratan dan di atas laut. Disebut sebagai kampung nelayan karena mata pencaharian dari penduduk di sini utamanya sebagai pencari ikan di laut.

Dinilai sebagai pemukiman yang sangat menarik lantaran tidak ada kampung yang memakai lantai serupa melainkan hanya kayu di sepanjang jalannya. Bilah kayu ulin ini justru jadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang penasaran dengan kekokohannya.

5. Upacara Laut Bontang

Tradisi upacara laut Bontang merupakan perwujudan rasa syukur dan doa kepada Tuhan agar nelayan senantiasa dilindungi Tuhan dan mendapatkan hasil laut berlimpah untuk menyejahterakan keluarga nelayan. Kegiatan ini diadakan setiap tahunnya di Kota Bontang, antara November-Desember. Upacara laut ini menjadi salah satu acara tahunan yang melibatkan hampir seluruh warga, yakni hampir seperempat warga Kota Bontang berkumpul dalam satu tempat untuk menyaksikan upacara ini.

6. Makanan Khas Bontang

Makanan khas Bontang mungkin tidak sepopuler rendang ataupun gudeg, tapi rasanya tidak kalah enak. Salah satunya Gami Bawis, yakni makanan yang berbahan ikan bawis bercita rasa pedas. Ikan ini hanya hidup di perairan Kalimantan dan durinya pun tak banyak.

Gammi berarti sambal dalam bahasa Indonesia dan Bawis yakni ikan jadi ikan yang diberi sambal khusus khas Bontang. Bumbu gami terdiri dari bawang merah, cabai, dan tomat yang ditumis serta aneka bahan lainnya. Makanan ini biasa disajikan di atas cobek.

Selanjutnya ada Nasi Bekepor, yakni nasi putih yang dicampur dengan bumbu-bumbu khusus sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan nikmat. Disajikan dengan sayur asam khas Kalimantan Timur yang diolah dengan campuran ikan air tawar seperti ikan patin atau gabus. (redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

138000161

138000162

138000163

138000164

138000165

138000166

138000167

138000168

138000169

138000170

138000171

138000172

138000173

138000174

138000175

138000176

138000177

138000178

138000179

138000180

138000181

138000182

138000183

138000184

138000185

138000186

138000187

138000188

138000189

138000190

148000196

148000197

148000198

148000199

148000200

148000201

148000202

148000203

148000204

148000205

148000206

148000207

148000208

148000209

148000210

148000211

148000212

148000213

148000214

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

158000096

158000097

158000098

158000099

158000100

158000101

158000102

158000103

158000104

158000105

158000106

158000107

158000108

158000109

158000110

168000166

168000167

168000168

168000169

168000170

168000171

168000172

168000173

168000174

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

178000211

178000212

178000213

178000214

178000215

178000216

178000217

178000218

178000219

178000220

178000221

178000222

178000223

178000224

178000225

178000226

178000227

178000228

178000229

178000230

178000231

178000232

178000233

178000234

178000235

178000236

178000237

178000238

178000239

178000240

178000241

178000242

178000243

178000244

178000245

178000246

178000247

178000248

178000249

178000250

188000256

188000257

188000258

188000259

188000260

188000261

188000262

188000263

188000264

188000265

188000266

188000267

188000268

188000269

188000270

188000271

188000272

188000273

188000274

188000275

188000276

188000277

188000278

188000279

188000280

188000281

188000282

188000283

188000284

188000285

198000161

198000162

198000163

198000164

198000165

198000166

198000167

198000168

198000169

198000170

198000171

198000172

198000173

198000174

198000175

198000176

198000177

198000178

198000179

198000180

198000181

198000182

198000183

198000184

198000185

198000186

198000187

198000188

198000189

198000190

218000081

218000082

218000083

218000084

218000085

218000086

218000087

218000088

218000089

218000090

218000091

218000092

218000093

218000094

218000095

218000096

218000097

218000098

218000099

218000100

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

238000176

238000177

238000178

238000179

238000180

238000181

238000182

238000183

238000184

238000185

238000186

238000187

238000188

238000189

238000190

238000191

238000192

238000193

238000194

238000195

238000196

238000197

238000198

238000199

238000200

238000201

238000202

238000203

238000204

238000205

208000001

208000002

208000003

208000004

208000005

208000006

208000007

208000008

208000009

208000010

208000011

208000012

208000013

208000014

208000015

208000016

208000017

208000018

208000019

208000020

news-1701