Pemadaman Listrik PLN Ganggu Distribusi Air PDAM Bontang

Admin
14 Sep 2026 22:15
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Bontang – Pemadaman listrik PLN ikut mengganggu distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Kota Bontang. Sejumlah pelanggan bahkan mengeluhkan air tidak mengalir selama tiga hari hingga satu minggu.

Gangguan tersebut terjadi karena hampir seluruh sistem pelayanan air bersih PDAM Tirta Taman bergantung pada pasokan listrik PLN. Ketika listrik padam, proses produksi hingga distribusi air ikut terdampak.

Direktur Utama PDAM Tirta Taman Kota Bontang, Suramin, mengatakan ketergantungan terhadap listrik terjadi sejak proses pengambilan air baku hingga air dialirkan ke rumah pelanggan.

“Ketergantungan kita 100 persen terhadap power listrik. Sumur, WTP, pompa-pompa itu menggunakan listrik PLN,” kata Suramin, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, sistem pelayanan air tidak bisa berjalan jika fasilitas yang saling terhubung mengalami pemadaman secara bergantian.

Air baku dari sumur harus dipompa menuju Water Treatment Plant (WTP) untuk diolah. Setelah itu, air yang sudah diolah kembali membutuhkan pompa untuk didistribusikan ke pelanggan.

Jika salah satu fasilitas tersebut berhenti akibat listrik padam, proses produksi maupun distribusi air ikut terhenti.

Suramin mencontohkan, ketika sumur air baku mati selama tiga jam, kemudian WTP kembali mengalami pemadaman selama tiga jam, produksi air bisa berhenti selama enam jam.

“Kalau matikan silakan saja, tapi dengan catatan satu paket. Karena kalau sumur mati 3 jam, lalu bergantian WTP mati 3 jam, jadi 6 jam total tidak produksi,” ujarnya.

Pemadaman yang berlangsung berulang membuat waktu produksi air berkurang. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada ketersediaan air di jaringan pelanggan.

Perumda Tirta Taman telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PLN. Suramin berharap ada koordinasi teknis mengenai jadwal maupun pola pemadaman, terutama untuk fasilitas yang menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan air bersih.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak PLN dan berharap ada koordinasi teknis terkait jadwal maupun pola pemadaman, khususnya terhadap fasilitas Perumda yang sangat bergantung pada listrik,” bebernya.

Suramin menyebut Perumda Tirta Taman merupakan salah satu pelanggan besar PLN dengan kebutuhan listrik tinggi. Karena itu, kestabilan pasokan listrik menjadi faktor penting bagi keberlangsungan pelayanan air bersih di Bontang.

“Air bersih itu sangat penting. Kalau listrik masih ada alternatif, tapi kalau sudah air bagaimana mau masak, bagaimana mau buang hajat, bagaimana orang melahirkan, dan sebagainya,” lanjutnya.

Sementara untuk ketersediaan air baku, Suramin memastikan kondisinya masih aman meski terdapat penurunan jumlah air tanah.

“Kalau untuk stok masih aman walaupun ada penurunan jumlah air tanah. Tapi insyaallah jaringan kami tetap berupaya. Siang malam kita lakukan percepatan penanganan pelayanan,” tandasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x