Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur.BONTANG – Realisasi investasi di Kota Bontang kembali memperlihatkan pergerakan positif dengan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja. Sepanjang triwulan II 2025, sebanyak 712 pekerja lokal berhasil terserap dari berbagai kegiatan usaha yang dijalankan investor di kota ini.
Data tersebut disampaikan Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, yang menyebut serapan tenaga kerja ini berasal dari 199 pelaku usaha dengan total 1.486 proyek yang berjalan.
“Seluruh tenaga kerja yang terserap berasal dari kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” ujarnya, Jumat (14/11/2205).
Hingga triwulan II 2025, tercatat 206 pelaku usaha non-UMK menjalankan kegiatan usahanya di Bontang. Dari jumlah tersebut, 196 merupakan PMDN dan 10 pelaku usaha lainnya adalah Penanaman Modal Asing (PMA).
Melalui laporan LKPM, sebanyak 90 pelaku usaha non-UMK melaporkan kegiatannya. Terdiri dari 82 PMDN dan 8 PMA, menunjukkan bahwa sektor usaha di Bontang masih aktif dan memberikan efek langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Capaian ini menunjukkan sektor usaha di Bontang masih sangat aktif dan memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja,” tambah Aspiannur.
Pemkot Bontang memastikan upaya memperkuat iklim investasi terus dilakukan. DPMPTSP berkomitmen mempermudah layanan perizinan serta memberikan pendampingan bagi pelaku usaha agar aktivitas bisnis berjalan lebih efektif.
Dengan meningkatnya realisasi investasi serta serapan tenaga kerja, pemerintah daerah menilai perekonomian Bontang akan tetap bergerak positif sepanjang 2025.
Tidak ada komentar