Salah satu UMKM Kutai Timur (Kutim) memproduksi makanan kemasan. (ist)SANGATTA – Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) mulai mempersiapkan skema bantuan alat dan program pelatihan bagi para pelaku kreatif. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemampuan, kualitas karya, serta memperluas peluang usaha di sektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat di daerah.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Rifani, mengatakan dukungan fasilitas dan peningkatan keterampilan menjadi fokus utama untuk membantu pelaku kreatif bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin pelaku kreatif memiliki fasilitas dan kemampuan yang memadai agar karya mereka dapat dipasarkan lebih luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Rencana dukungan tersebut mencakup berbagai subsektor, seperti musik, film, fotografi, kuliner, kriya, hingga fashion. Untuk pelaku musik dan film, misalnya, bidang Ekraf menyiapkan peralatan produksi, ruang latihan, hingga workshop teknis terkait pembuatan film atau proses rekaman.

“Sementara pelaku kuliner akan difasilitasi pelatihan pengolahan makanan, pengemasan, dan manajemen usaha,” tambahnya.
Rifani menjelaskan bahwa bantuan peralatan dan pelatihan ini akan diintegrasikan dengan proses pendataan pelaku kreatif. Data yang lengkap diperlukan agar target bantuan tepat sasaran, sekaligus memastikan pelaku yang membutuhkan dapat memperoleh fasilitas sesuai kebutuhan.
Selain itu, bidang Ekraf juga menyiapkan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga pendidikan untuk menggelar workshop, pelatihan lanjutan, hingga mentoring oleh praktisi industri. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat profesionalisasi sektor ekonomi kreatif di Kutim.
“Pelatihan bukan hanya soal teknik, tetapi juga bagaimana memasarkan karya, memanfaatkan digital platform, dan mengelola usaha secara profesional,” pungkasnya.
Tidak ada komentar