Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Kutim, Rifani. (Memonesia/Han)SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan tiga subsektor unggulan—kuliner, kriya, dan film—sebagai motor penggerak utama ekonomi kreatif daerah. Ketiganya dinilai memiliki potensi paling besar untuk mendongkrak pergerakan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata.
Langkah ini dijalankan melalui Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim yang kini fokus memperkuat ekosistem pelaku kreatif agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Rifani, menyebut kuliner menjadi subsektor dengan daya dorong terbesar karena karakter dan identitas rasa yang kuat. Produk-produk makanan khas Kutim dinilai mampu menarik wisatawan, terutama ketika dipadukan dengan festival dan event daerah.
“Kuliner adalah sektor yang paling menonjol di Kutai Timur. Kami fokus pada pengembangan makanan dan minuman khas yang bisa menarik wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Selain kuliner, kriya menjadi subsektor yang terus tumbuh seiring meningkatnya minat terhadap kerajinan lokal. Pengrajin kayu, ukir, dan berbagai produk seni rupa mendapat pendampingan berupa akses pameran, pemasaran, hingga perlindungan HAKI.
Rifani menegaskan bahwa perlindungan karya penting agar para pengrajin merasa aman dalam berinovasi.
“Bidang Ekraf memfasilitasi proses HAKI untuk melindungi hak cipta karya kreatif, sehingga para pengrajin dapat merasa aman dalam berkarya,” katanya.
Film juga masuk dalam subsektor unggulan karena kemampuan visualnya dalam mempromosikan budaya dan destinasi wisata Kutim. Pemerintah daerah mendukung para sineas lewat workshop, lomba film, hingga fasilitasi produksi agar karya mereka bisa dikenal lebih luas.
“Bidang Ekraf mendukung pengembangan film melalui lomba, workshop, dan fasilitasi produksi, memberikan wadah bagi para sineas lokal untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” tambahnya.
Fokus pada kuliner, kriya, dan film ini diharapkan memperkuat fondasi ekonomi kreatif Kutim. Pemerintah daerah menilai ketiga subsektor tersebut berpotensi memperbesar kontribusi industri kreatif terhadap ekonomi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke Kutai Timur.
Tidak ada komentar