SMPN 5 Kota Bontang.BONTANG – SMP Negeri 5 Bontang menjadi salah satu sekolah yang menerapkan sistem pendidikan inklusif. Tahun ini, sekolah tersebut menerima beberapa siswa dengan kebutuhan khusus, terutama yang mengalami keterlambatan dalam proses belajar.
Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin mengatakan kebijakan ini merupakan wujud nyata dari pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik, tanpa terkecuali.
“Kalau memang ada, kita wajib menerima. Tahun ini memang ada, sekitar tiga orang siswa,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Ia menjelaskan, siswa inklusif di SMPN 5 bukan mereka yang memiliki disabilitas fisik, melainkan yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.
“Kalau di SMP 5 hanya siswa yang terlambat dalam pembelajaran. Secara fisik mereka normal, tapi dalam menerima pelajaran perlu pendekatan yang lebih khusus,” terangnya.
Menurutnya, ada dua cara untuk mengenali kondisi siswa inklusif. Pertama, melalui hasil psikotes dari Dinas Pendidikan yang memberikan rekomendasi sejak awal penerimaan. Kedua, lewat hasil pengamatan guru selama proses belajar mengajar.
Meski begitu, pihak sekolah tetap memperlakukan semua siswa sama. Mereka belajar bersama di kelas yang sama agar tidak menimbulkan perasaan minder.
“Kami samakan semua dalam proses pembelajaran. Tujuannya supaya mereka tidak merasa berkecil hati. Kita berikan semangat dan motivasi, bahwa mereka bagian dari kelompok yang sama,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama ini siswa inklusif di SMPN 5 mampu mengikuti kegiatan belajar dengan baik dan beradaptasi seperti siswa lainnya. “Kelihatannya mereka biasa saja, tidak menonjol, dan bisa berbaur dengan teman-temannya,” tambahnya.
Tidak ada komentar