Tegakkan Perda dengan Santun

Admin
7 Jun 2022 09:40
Advertorial 0
4 menit membaca

Ahmad Yani, Kepala Satpol PP Bontang

Ahmad Yani, bukan sosok baru yang nihil pengalaman dalam memimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang. Ia tau betul bagaimana harus bersikap dan menerapkan pola penegakan peraturan derah (perda), yakni dengan mengedepankan sikap sopan santun.

Selasa (7/6) pagi itu Ahmad Yani berangkat dari rumahnya di Jalan Pesut 2, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan sekira pukul 06.30 Wita. Setelah melaksnakan sholat subuh. dia melanjutkan perjalanan ke kantor Satpol PP Bontang di Jalan Jend. Achmad Yani. Namun, sebelumnya, dia menyempatkan diri berkeliling kota untuk melihat kondisi di lapangan untuk mengetahui apabila terjadi pelanggaran perda.

“Apabila dalam perjalanan saya menemukan ada masalah pelanggaran perda misalnya PKL, penumpukan barang di trotoar, biasanya saya catat. Setibanya di kantor, saya minta kepada tim yg bertugas pada hari itu atau staf saya untuk mengecek langsung,” kisah Yani.

Baca Juga : Genjot Penegakan Perda, Satpol PP Bontang Terapkan Sosialisasi Personal

Setibanya di kantor sekira pukul 07.20 Wita, Yani menyempatkan diri melakukan salat Duha yang sudah menjadi rutinitas. Menurutnya, sebelum bekerja, mesti melapor dulu pada Tuhan Yang Maha Esa. Setelahnya, melakukan apel pagi dengan para personel Satpol PP. Yani dihadapkan dengan seabrek kegiatan. Di antaranya rapat koordinasi dengan staf-staf terkait hingga evaluasi program dan operasi yang telah dilaksanakan.

“Kalau Jumat, apel digantikan dengan kegiatan olahraga bersama. Saya ingin kegiatan olahraga berupa lari pagi dapat dilakukan secara rutin,” katanya.

Sebagai kepala Satpol PP, Yani bertugas melakukan koordinasi dengan seluruh personel Satpol PP yang secara keseluruhan berjumlah 129 orang. Berbagai tugas para personel, ia atur sedemikian baik, mulai dari urusan manajemen kantor sendiri, penjagaan Rujab Walikota dan Wakil Walikota Bontang, perintah operasi, patroli, hingga evaluasi kinerja personil.

Pagi itu saja, dia tengah menantikan laporan dari petugas Satpol PP yang malam sebelumnya melakukan razia pada salah satu tempat hiburan di Kota Taman. Dalam melakukan penertiban, Yani tidak selalu ikut turun bersama personel Satpol PP lainnya ke lapangan. Namun ada kalanya dia harus terjun memimpin Satpol di barisan terdepan untuk masalah-masalah yang sifatnya mengkhawatirkan.

“Bila ada penertiban yang skalanya kecil atau rutin, cukup anak buah yang turun. Tapi bila ada masalah-masalah yang dikhawatirkan dapat menimbulkan ketegangan, saya harus turun. Misalnya demonstrasi di Kantor Wali Kota beberapa waktu lalu, sengaja saya sendiri yang turun untuk mendinginkan suasana,” tutur Yani.

Dalam melakukan penertiban, ayah dua putri itu selalu mengutamakan pendekatan persuasif humanis dengan sopan santun. Hal ini tengah coba diaplikasikannya pada Satpol PP di bawah kepemimpinannya. Sehingga, kini Satpol PP tidak serta merta melakukan penertiban. Diterangkannya, sebelum melakukan penertiban, Satpol PP terlebih dulu mendatangi objek penertiban dengan santun, seraya berkomunikasi secara terbuka terkait perda yang dilanggar (dialogis).

“Setelah kami beritahukan perda terkait, kami memberikan waktu untuk dapat ditindaklanjuti. Cara ini terbukti lebih efektif dibandingkan langsung melakukan penertiban dengan sporadis. Masyarakat bisa menerima dengan baik, bahkan mereka melakukan penertiban sendiri,” jelasnya.

Baca Juga : Ahmad Yani; Satpol PP Tertibkan PKL dengan Pendekatan Kultural

Salah satu contoh pendekatan persuasif yang dilakukannya yaitu terkait penertiban para pedagang yang nasih berjualan di sepanjang jaln Juanda dan sebagian luar Gedung baru Pasar Taman Rawa indah. Persoalan ini sudah cukup lama menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang, pasalnya sejak 2020 gedung tersebut rampung dibangun, sampai saat ini masih banyak kios-kios kosong.

Mengetahui hal itu, Yani terjun langsung bersama dengan dua orang stafnya menemui salah satu pedagang. Setelah dilakukan pembicaraan secara baik-baik, PKL tersebut mengerti. Rupanya terdapat kesalahpahaman terkait penertiban yang dilakukan.

Saat ini, mantan Camat Bontang Barat, Bontang Selatan dan Kepala BPBD Bontang ini tengah membuat sistem baru yang akan diterapkan oleh Satpol PP (Pelayanan yg represip menjadi humanis  dan kolaboratif). Selama ia memimpin, nantinya akan ada sistem baku untuk digunakan Satpol PP yang merupakan evaluasi terhadap sistem yang lama. Diharapkan dengan sistem yang baru dapat lebih efektif dan efisien setiap kali Satpol PP terjun ke lapangan. Salah satunya mengenai koordinasi dengan SKPD-SKPD terkait perda yang akan ditertibkan.

“Yang paham dengan perda-perda tersebut pastinya dari instansi-instansi terkait. Sehingga dalam penegakkannya nanti akan dapat tepat sasaran. Misalnya ada pembangunan jaringan komunikasi yang tidak berizin, kami koordinasikan dengan Dishubkominfo. Perhubungan. PTSP  dll nya. Contoh lainnya misalnya ada orang gila, kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas sosial ,” beber Yani. (***) (adv/kominfo/lm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 228000566

cuaca 228000567

cuaca 228000568

cuaca 228000569

cuaca 228000570

cuaca 228000571

cuaca 228000572

cuaca 228000573

cuaca 228000574

cuaca 228000575

cuaca 228000576

cuaca 228000577

cuaca 228000578

cuaca 228000579

cuaca 228000580

cuaca 228000581

cuaca 228000582

cuaca 228000583

cuaca 228000584

cuaca 228000585

cuaca 228000586

cuaca 228000587

cuaca 228000588

cuaca 228000589

cuaca 228000590

cuaca 228000591

cuaca 228000592

cuaca 228000593

cuaca 228000594

cuaca 228000595

cuaca 228000596

cuaca 228000597

cuaca 228000598

cuaca 228000599

cuaca 228000600

cuaca 228000601

cuaca 228000602

cuaca 228000603

cuaca 228000604

cuaca 228000605

cuaca 228000606

cuaca 228000607

cuaca 228000608

cuaca 228000609

cuaca 228000610

cuaca 228000611

cuaca 228000612

cuaca 228000613

cuaca 228000614

cuaca 228000615

cuaca 228000616

cuaca 228000617

cuaca 228000618

cuaca 228000619

cuaca 228000620

cuaca 228000621

cuaca 228000622

cuaca 228000623

cuaca 228000624

cuaca 228000625

cuaca 228000626

cuaca 228000627

cuaca 228000628

cuaca 228000629

cuaca 228000630

info 328000511

info 328000512

info 328000513

info 328000514

info 328000515

info 328000516

info 328000517

info 328000518

info 328000519

info 328000520

info 328000521

info 328000522

info 328000523

info 328000524

info 328000525

info 328000526

info 328000527

info 328000528

info 328000529

info 328000530

info 328000531

info 328000532

info 328000533

info 328000534

info 328000535

info 328000536

info 328000537

info 328000538

info 328000539

info 328000540

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

berita 428009016

berita 428009617

berita 428010218

berita 428010819

berita 428011420

analisis rtp 428011421

manajemen modal 428011422

variabel rtp live 428011423

algoritma kasino 428011424

efisiensi rtp 428011425

distribusi scatter 428011426

respon rtp 428011427

volatilitas livecasino 428011428

data rtp sweetbonanza 428011429

algoritma scatter 428011430

metrik rtp 428011431

interface server 428011432

fluktuasi rtp 428011433

log historis 428011434

komparatif rtp 428011435

berita 428011421

berita 428011422

berita 428011423

berita 428011424

berita 428011425

berita 428011426

berita 428011427

berita 428011428

berita 428011429

berita 428011430

berita 428011431

berita 428011432

berita 428011433

berita 428011434

berita 428011435

berita 428011436

berita 428011437

berita 428011438

berita 428011439

berita 428011440

berita 428011441

berita 428011442

berita 428011443

berita 428011444

berita 428011445

berita 428011446

berita 428011447

berita 428011448

berita 428011449

berita 428011450

kajian 638000001

kajian 638000002

kajian 638000003

kajian 638000004

kajian 638000005

kajian 638000006

kajian 638000007

kajian 638000008

kajian 638000009

kajian 638000010

kajian 638000011

kajian 638000012

kajian 638000013

kajian 638000014

kajian 638000015

kajian 638000016

kajian 638000017

kajian 638000018

kajian 638000019

kajian 638000020

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

article 788000001

article 788000002

article 788000003

article 788000004

article 788000005

article 788000006

article 788000007

article 788000008

article 788000009

article 788000010

article 788000011

article 788000012

article 788000013

article 788000014

article 788000015

news-1701