Ramah Lingkungan, Untung di Tengah Terpaan Wabah

Admin
25 Okt 2021 18:12
Nasional 0
5 menit membaca

Ketua Kelompok Perempuan Matahari, Maryatun menunjukkan berbagai jenis karya batik Daon Jajar Ecoprint. (memonesia.com)

Semangat mereka tidak goyah. Produktifitas selalu ditingkatkan meski pandemi virus corona melanda. Pasang surut omset tak jadi masalah. Keinginan perempuan dalam berkreatifitas terus terarah. Memproduksi batik Daon Jajar Ecoprint di sebuah wadah. Untung di tengah terpaan wabah, penjualan karya sembilan ibu rumah tangga (IRT) melejit dimana-mana.

Muhammad Arsyad Mustar, Bontang

DALAM ruangan ukuran 3×4 meter, terlihat berjejer rapi sembilan ibu rumah tangga (IRT). Senyum dan gembira terpancar dari wajahnya, menyambut kedatangan sepuluh pewarta. Berbagai jenis karya batik Daon Jajar Ecoprint disuguhkan di depan mata. Baju hem, dress, tas kecil, jaket, mukena, jilbab, dan masker, semuanya ada. Siap-siap untuk dipasarkan ke penduduk lokal hingga nusantara.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Kelompok Perempuan Matahari menjadi binaan PT Pertamina Gas (Pertagas) area Kalimantan. Perjalanan mereka tentu tak semudah yang dibayangkan. Gagal sudah biasa dirasakan. Produksi demi produksi, pola membuat batik perlahan ditemukan. Berbahan baku kain, dedaunan dan pepohonan. Semua bisa dijadikan karya ramah lingkungan.

Tepat pertengahan 2018 silam, Pertagas tidak hanya menempa kemampuan mereka, namun juga memberi bantuan dana Rp 150 juta untuk membekali sejumlah perlengkapan penunjang. Mulai dari alat membatik hingga mesin jahit. Berbekal beberapa pelatihan, perubahan drastis dari yang sekadar IRT menjadi pengrajin batik. Mereka mampu meraup pundi-pundi hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Setelah keperluan bahan dan alat produksi terpenuhi, anggota kelompok mulai berbagi tugas. Ada yang ditugaskan membatik, menjahit, serta memasarkan produk. Kesibukan demi kesibukan, mereka harus rela membagi waktu untuk pekerjaan rumah tangga. Bak sebuah perusahaan energi, menjaga kelestarian lingkungan tentunya menjadi tugas penting, khususnya lingkungan sekitar produksi batik.

“Berkat binaan dan pelatihan dari Pertagas. Meski pun kami IRT, tapi bisa melakukan produktifitas melalui kerajinan batik,” tutur ketua Kelompok Perempuan Matahari, Maryatun.

Karya batik Kelompok Perempuan Matahari. (Memonesia.com)

Keuntungan yang diraup tidak semuanya habis untuk dibagikan ke setiap anggota kelompok. Hasil penjualan juga sebagian disihkan untuk disetor dalam khas. Belum lagi, dana yang dikumpulkan kelompok itu untuk modal keperluan bahan baku produksi. Sebab, mereka tak hanya mengandalkan bahan baku lokal, tapi mendatangkan dari luar daerah. Salah satunya bahan kain.

Terus berbincang dengan jurnalis. Maryatun mengisahkan awal mula dibentuknya Kelompok Perempuan Matahari yang berlokasi di Kelurahan Guntung, Bontang Utara, Kalimantan Timur. Hanya perkumpulan ibu rumah tangga, tanpa skill dan pengalaman membuat batik Ecoprint. Bahkan bakat berwirausaha tidak cukup mumpuni. Namun berkat Pertagas, mereka bisa memiliki sumber pendapatan mandiri.

“Terpaan wabah pandemi, kami bisa melewatinya. Banyak perusahaan memesan karya batik Daon Jajar Ecoprint, terutama berupa masker. Kami pernah menerima orderan hingga Rp 40 juta, ” ucapnya.

Tak melulu melakukan produksi. Anggota kelompok membuat batik sesuai orderan konsumen. Cukup berbanding lurus dengan omset meski saat pandemi, sebulan bisa menghasilkan sekitar 20 kain batik ecoprint atau keuntungan Rp 13- 17 juta. Harga yang dipatok saat penjualan juga bervariasi, yakni kisaran Rp 75-700 ribu. Setidaknya, 70 persen dari keuntungan disimpan ke dalam khas.

Peran dan kontribusi Pertagas tentu tak diragukan lagi. Maryatun perlahan menjelaskan cara memproduksi hingga menjadi sebuah karya batik. Tanpa proses yang rumit satu demi satu ia paparkan, dibantu anggota kelompok lainnya menyediakan bahan produksi. Dengan kemahiran yang dimiliki terlihat mudah, namun membutuhkan waktu cukup lama untuk menciptakan sebuah karya batik.

Sebuah kain berwarna putih yang sudah direndam sekitar 24 jam, lalu dicuci menggunakan detergen untuk menghilangkan cairan lilin. Maryatun kemudian meletakkan kain itu di tengah-tengah lingkaran awak media dan anggota Kelompok Perempuan Matahari. Secara bertahap dilakukan, dedaunan maupun alat-alat lainnya sudah disediakan untuk memperoduksi batik.

“Kain direndam menggunakan air yang sudah dicampur pewarna alami. Dari ekstrak pohon tanpa pewarna kimia,” jelas Maryatun, di Workshop Kelompok Perempuan Matahari, Rabu (20/10).

Ramah lingkungan tentu sejalan dengan program pemerintah. Ada banyak jenis pohon yang biasa digunakan, seperti ekstrak batang pohon secang, tegeran, serta mahoni. Pun dengan dedaunan, mereka biasa menggunakan daun jarak, ceri maupun motif daun jati. Kain diameter panjang 200 sentimeter dengan lebar 150 sentimeter dihampar. Berbagai bentuk daun ditempel juga disusun rapi di atasnya.

Setiap motif yang ada pada batiknya berasal dari daun sekitar tempat produksi. Proses pewarnaan pertama-tama kayu tersebut direbus. Setelah mendidih dan ditiriskan, kemudian dipisahkan dengan airnya. Kain akan berubah warna setelah direndam air rebusan. Usai daun ditempel, kain lalu digulung perlahan dan dikukus selama kurang lebih 2 jam. Setelah itu kain dikeringkan.

Karya batik Kelompok Perempuan Matahari. (Memonesia.com)

Tak menyerah dengan keadaan. Dengan kecanggihan teknologi, mereka manfaatkan untuk memasarkan hasil produksi batik. Berbagai platform media sosial (Medsos) menjadi wadah pemasaran. Bahkan Kelompok Perempuan Matahari telah berhasil menjual batik hingga pulau Sumatera dan Jawa. Terjauh mengirim dan menjual ke wilayah Bangka Belitung, Indonesia bagiat barat.

Pertagas melakukan pendampingan dengan kelompok binaan dengan durasi lima tahun. Kini sudah memasuki tahun keempat, dengan tahapan inisiasi, pengembangan, perluasan, pemantapan dan kemandirian. Tahun kelima nanti ditargetkan bisa mandiri. Dipilihnya Kelurahan Guntung menjadi lokasi binaan, yakni berdasarkan pemetaan tingkat sosial masyarakat dan lingkungan.

Dampak ekonomi yang ditimbulkan kebijakan pemerintah, yakni pemberlakuakn pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat wabah Covid-19, Pertagas intens dalam pendampingan produksi. Melakukan mitigasi dengan kerja sama dengan masyarakat, online shop serta pendampingan di sosial media @batikdaonjajar. Konsep pendampingan dilakukan secara berkelanjutan.

Community Development Officer PT Pertagas, Yanna menyampaikan, selain pelatihan dan pendampingan produksi, tahun pertama dan kedua anggota kelompok dibekali ilmu menajemen serta pembagian peran dalam pengelolaan organisasi dan keuangan. Tahun ketiga dan keempat, Pertagas melakukan pendampingan pemasaran offline serta online.

“Mitra binaan ini berkontrak 5 tahun. Pasca lepas kontrak, diharapkan bisa mengelola usaha secara mandiri. Nanti sepenuhnya akan jadi mitra bisnis perusahaan. Misalnya, sovenir perusahaan pesannya tetap ke mereka (Kelompok Perempuan Matahari),” sebut perempuan ramah senyum itu. Menjaga kelestarian lingkungan tentunya menjadi tugas penting. Apalagi, inovasi batik setiap tahun kian berkembang. (mam)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701