KEK-MBTK di Kaliorang Masuki Babak Baru, Menteri LHK Bantu Percepat Operasionalisasi

Admin
14 Feb 2021 07:26
5 menit membaca

Selain Menteri LHK Siti Nurbaya dan Gubernur Kaltim Isran Noor, pertemuan juga dihadiri Deputi Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, Ketum APHI Indroyono Soesilo, Executive Director APHI Purwadi Soeprihanto dan Plt Dirut PT MBS Abidharta Hakim. (Dok. Pemprov Kaltim)

MEMONESIA.COM – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur akan memasuki babak baru. 

Hal itu tergambar dari pertemuan Gubernur Kaltim H Isran Noor bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Jakarta, Jumat sore (12/2/2021). 

Pertemuan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakselerasi pengoperasian KEK MBTK yang telah diresmikan  Presiden Joko Widodo pada 1 April 2019 lalu. Peresmian KEK MBTK, kala itu dilakukan Presiden Joko Widodo di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, bersamaan dengan peresmian KEK lain, khususnya di Kawasan   Timur Indonesia.

Beberapa hal dibahas terkait kesiapan KEK MBTK antara lain soal pengadaan lahan (aset vital),  ketersediaan listrik, air bersih/SPAM, pelabuhan (ekspor) dan instalasi pengelolaan limbah/IPAL. 

Gubernur Isran Noor sangat mengapresiasi perhatian besar Menteri LHK Siti Nurbaya untuk membantu mempercepat operasionalisasi kawasan ekonomi khusus yang berada di sisi strategis Alur Laut Kepulauan Indonesa (ALKI) II tersebut. 

“Saya menyambut baik dan menjamin akan memberikan insentif, termasuk untuk pengadaan lahan kepada investor yang serius menanamkan modal mereka di KEK MBTK,” sebut Gubernur Isran Noor dalam pertemuan kemarin.

Melihat potensi besar yang dimiliki Kaltim, baik dari sisi sumber daya alam tak terbarukan (unrenewable resources) dan  sumber daya alam terbarukan (renewable resources), seperti hasil kehutanan dan perkebunan, Menteri Siti Nurbaya menyarankan pelibatan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) untuk berinvestasi di KEK MBTK.

Saran itu menurut Siti Nurbaya, sejalan dengan  Permenko Perekonomian Nomor 15 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa salah satu bidang usaha yang merupakan kegiatan utama di KEK MBTK adalah industri pengolahan kayu,  di samping industri pengolahan kelapa sawit, industri energi dan logistik. 

“Saya berharap KEK MBTK bisa segera beroperasi. Kita akan bantu dengan pelibatan investasi dari APHI,” kata Siti Nurbaya. 

Pelibatan APHI tentu saja selaras dengan semangat pembangunan KEK MBTK  yang diharapkan mampu menjadi kawasan industri masa depan yang menghasilkan produk-produk bernilai tambah, sehingga bukan hanya mengekspor raw material atau bahan baku/mentah.

“Mereka akan bantu hilirisasi industri  perkayuan yang modern dan produktif,” imbuh Siti Nurbaya.

Sebagai informasi KEK MBTK ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014. Luas lahan tersedia/HPL 509,4 hektar dengan rencana investasi pembangunan kawasan mencapai Rp2,65 triliun. Jika kelak beroperasi dengan baik, KEK MBTK berpotensi besar menyerap tenaga kerja hingga 55.700 orang.  

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor yang mendampingi Gubernur Isran Noor dalam pertemuan tersebut menyebutkan, di masa depan keberadaan KEK MBTK akan sangat potensial.

Selain menjadi kawasan ekonomi yang akan mengolah berbagai produk turunan bernilai tambah, seperti industri pengolahan minyak sawit, pengolahan kayu, refinery dan logistik, pelabuhan berskala internasional yang disiapkan juga akan mendorong peningkatan ekspor Kaltim.

Lanjut Roby, Pelabuhan KEK Maloy akan menjadi penyangga utama arus distribusi dari produk industri perusahaan yang bakal masuk ke kawasan tersebut. 

Apalagi di Kutim sendiri sudah banyak pabrik pengolahan CPO dan batu bara. Maka, pengolahan produk turunannya bisa memanfaatkan KEK MBTK.

Memanfaatkan jalur ALKI II akan meningkatkan daya saing produk, karena menekan biaya logistik. Dari pelabuhan Maloy langsung masuk ke jalur ekspor ke wilayah Asia Timur seperti China, Korea, Filipina, Jepang dan lainnya. 

“Selain itu menghemat waktu tempuh ke negara tujuan ekspor bila dibandingkan ekspor melalui Surabaya atau Jakarta,” kata Roby.

Mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu juga menguraikan potensi investasi di KEK MBTK mencapai Rp37,71 triliun.

Prediksi selanjutnya, pada tahun 2025 KEK MBTK akan mampu menyumbangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Kutai Timur hingga Rp4,67 triliun.

Khusus hasil kelapa sawit, Kutim sendiri menghasilkan tidak kurang dari 7 juta ton TBS per tahun atau setara dengan 2 juta ton CPO. Sedangkan produksi TBS keseluruhan Kaltim sebanyak 18 juta ton.

Dengan naiknya kembali harga CPO maka ke depan diharapkan keberadaan KEK MBTK juga akan mendongkrak peningkatan ekspor Kaltim.

Roby menjelaskan, minyak goreng sawit (RBD palm olein) dan minyak fraksi (RBD palm stearin) merupakan minyak turunan kelapa sawit yang paling banyak diekspor ke China dan Filipina. Sedangkan produk palm kernel expeller (PKE) dan cangkang kelapa sawit diminati China, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan Malaysia.

Pertemuan juga dihadiri Deputi Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, Ketum APHI Indroyono Soesilo, Executive Director APHI Purwadi Soeprihanto dan Plt Dirut PT MBS Abidharta Hakim. 

“Jujur, kami surprise karena pertemuan dihadiri langsung Pak Gubernur dan Ibu Menteri LHK. Prinsip kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada para pengusaha nasional dan luar negeri yang akan menanamkan investasi mereka di KEK MBTK,”   kata Abidharta Hakim dari MBS, Perusda milik Pemprov Kaltim.

Rencananya, pertemuan lanjutan akan diadakan melalui video conference zoom meetng pekan depan. Menteri Siti Nurbaya dan Gubernur Kaltim akan membahas terkait komitmen dan dukungan  pemerintah bagi para investor yang akan berinvestasi di KEK MBTK.

Sedangkan Perusda MBS akan menyampaikan konsep pembangunan dan pengelolaan KEK MBTK.  Sementara investor yang berminat akan memaparkan rencana besar atau grand design investasi mereka di KEK MBTK. Menarik untuk ditunggu. (*/Samsul Arifin/Humasprov Kaltim)

Artikel ini tayang di website kaltimprov.go.id dengan judul: “Dukung Akselerasi Maloy, Menteri LHK Dorong Pelibatan APHI”

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
news-1601

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

MAUJP

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000111

118000112

118000113

118000114

118000115

118000116

118000117

118000118

118000119

118000120

118000121

118000122

118000123

118000124

118000125

118000126

118000127

118000128

118000129

118000130

118000131

118000132

118000133

118000134

118000135

118000136

118000137

118000138

118000139

118000140

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

128000121

128000122

128000123

128000124

128000125

128000126

128000127

128000128

128000129

128000130

128000131

128000132

128000133

128000134

128000135

128000136

128000137

128000138

128000139

128000140

128000141

128000142

128000143

128000144

128000145

128000146

128000147

128000148

128000149

128000150

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

138000101

138000102

138000103

138000104

138000105

138000106

138000107

138000108

138000109

138000110

138000111

138000112

138000113

138000114

138000115

138000116

138000117

138000118

138000119

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

148000136

148000137

148000138

148000139

148000140

148000141

148000142

148000143

148000144

148000145

148000146

148000147

148000148

148000149

148000150

148000151

148000152

148000153

148000154

148000155

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

168000106

168000107

168000108

168000109

168000110

168000111

168000112

168000113

168000114

168000115

168000116

168000117

168000118

168000119

168000120

168000121

168000122

168000123

168000124

168000125

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

178000121

178000122

178000123

178000124

178000125

178000126

178000127

178000128

178000129

178000130

178000131

178000132

178000133

178000134

178000135

178000136

178000137

178000138

178000139

178000140

178000141

178000142

178000143

178000144

178000145

178000146

178000147

178000148

178000149

178000150

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

188000196

188000197

188000198

188000199

188000200

188000201

188000202

188000203

188000204

188000205

188000206

188000207

188000208

188000209

188000210

188000211

188000212

188000213

188000214

188000215

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

198000101

198000102

198000103

198000104

198000105

198000106

198000107

198000108

198000109

198000110

198000111

198000112

198000113

198000114

198000115

198000116

198000117

198000118

198000119

198000120

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

238000021

238000022

238000023

238000024

238000025

238000026

238000027

238000028

238000029

238000030

238000091

238000092

238000093

238000094

238000095

238000096

238000097

238000098

238000099

238000100

238000101

238000102

238000103

238000104

238000105

238000106

238000107

238000108

238000109

238000110

238000111

238000112

238000113

238000114

238000115

238000116

238000117

238000118

238000119

238000120

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

news-1601