Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni. (Memonesia/Dirhan)SANGATTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pemenuhan hak partisipasi anak dalam pembangunan daerah. Forum Anak kini tidak hanya dilibatkan sebagai peserta pendamping, tetapi menjadi pemberi usulan langsung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni, mengatakan Forum Anak rutin menyampaikan kebutuhan lingkungan mereka, mulai ruang bermain ramah anak, fasilitas olahraga, hingga sarana kegiatan positif lainnya.
“Anak-anak dari forum ini selalu kami libatkan dalam Musrenbangcam. Mereka menyampaikan kebutuhan seperti ruang bermain ramah anak, fasilitas olahraga, hingga sarana kegiatan positif lainnya,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Rita menyebutkan bahwa perspektif anak sering menjadi rujukan penting dalam penyusunan rencana pembangunan di tingkat kecamatan, terutama terkait fasilitas publik ramah anak. Masukan mereka dinilai lebih dekat dengan kebutuhan aktual di lapangan.
Selain berperan dalam Musrenbangcam, Forum Anak juga menjadi bagian dari penguatan program Kecamatan Layak Anak (Kelana) dan Desa Layak Anak (DLA). Saat ini, DP3A melalui tim klaster 1 tengah melakukan sosialisasi dan pendampingan di sejumlah wilayah seperti Sangkulirang dan Karangan.
“Program ini menjadi dorongan penting agar seluruh kecamatan di Kutim dapat mengakomodasi hak dan kebutuhan anak dengan lebih maksimal,” ujarnya.
Rita menegaskan bahwa Forum Anak merupakan indikator penting dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Kutim kini terus memperkuat dokumentasi serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan capaian KLA tahun mendatang.
“Forum Anak itu bukan sekadar organisasi simbolik. Mereka benar-benar kami berdayakan untuk menyuarakan apa yang mereka butuhkan. Ini bagian dari pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi,” tutupnya.
Tidak ada komentar