Kepala Bidang DTPHP Kutim, Dessy. (Memonesia/Han)SANGATTA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim) mengalihkan fokus pembangunan pertanian ke program rehabilitasi dan perluasan lahan sawah untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidak produktif sekaligus menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian.
Banyaknya lahan tidur menjadi salah satu masalah utama yang ingin segera ditangani. Kepala Bidang DTPHP Kutim, Dessy, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis agar lahan yang terbengkalai dapat kembali dimanfaatkan.
“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah konkret agar lahan tidur dapat dimanfaatkan lagi. Dengan begitu, pertanian bisa tumbuh kembali dan memberi peluang bagi generasi muda,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Untuk mendorong partisipasi generasi muda, DTPHP memasukkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke dalam program rehabilitasi. Teknologi pertanian modern dipandang sebagai kunci untuk mengubah persepsi bahwa bertani adalah pekerjaan berat dan konvensional.

“Kita ingin anak muda melihat pertanian sebagai profesi modern, bukan sekadar pekerjaan turun-temurun yang melelahkan,” lanjutnya.
Selain menghidupkan kembali lahan yang ada, DTPHP juga tengah menyiapkan program cetak sawah baru seluas 1.150 hektare yang direncanakan mulai berjalan pada 2026. Sejumlah lokasi telah melalui survei awal dan dinilai layak serta bebas sengketa untuk dikembangkan sebagai kawasan sawah produktif.
Agar pelaksanaannya sesuai aturan tata ruang, DTPHP menggandeng Dinas PUPR dan bagian penataan ruang dalam proses verifikasi lahan. Setiap titik perluasan dipastikan tidak tumpang tindih dengan peruntukan lain.
“Semua kegiatan perluasan lahan harus melalui verifikasi agar tidak tumpang tindih dengan peruntukan lainnya,” jelas Dessy.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi pijakan penting dalam menguatkan ketahanan pangan daerah di masa depan.
Tidak ada komentar