Subsidi BBM dan Listrik Berubah, Kukar Siapkan Langkah Jaga Harga

Admin
1 Okt 2026 14:12
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah untuk meredam dampak perubahan skema subsidi energi, khususnya BBM dan listrik, terhadap ekonomi masyarakat.

Pemkab Kukar mengantisipasi perubahan kebijakan di tingkat pusat agar tidak berujung pada lonjakan harga kebutuhan sehari-hari maupun penurunan daya beli masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan kebijakan subsidi energi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah akan berfokus mengendalikan dampak yang muncul di daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah inflasi. Pemkab Kukar berupaya menjaga agar perubahan subsidi tidak ikut mendorong kenaikan harga secara berlebihan.

“Kalau kita di daerah itu menjaga proses ikutan dari proses pemangkasan. Salah satunya kita berusaha menjaga biar tidak terjadi inflasi yang berlebihan sehingga menimbulkan lonjakan harga di tengah-tengah masyarakat,” kata Aulia, Kamis (1/10/2026).

Selain harga barang, kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari juga menjadi perhatian. Pemkab Kukar ingin perubahan kebijakan subsidi tidak memperbesar tekanan ekonomi rumah tangga hingga berdampak pada tingkat kemiskinan.

“Dan yang paling penting adalah kami menjaga bagaimana pendapatan dari masyarakat itu sendiri sehingga kebijakan yang dilakukan di tingkat pusat itu tidak mempengaruhi tingkat kemiskinan yang ada di daerah, utamanya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Aulia juga berharap perubahan skema subsidi diikuti kejelasan mengenai pengalihan anggaran di tingkat pemerintah pusat.

Menurutnya, jika pembiayaan pada sektor tertentu dikurangi, perlu ada kepastian sektor mana yang akan mendapat alokasi anggaran berikutnya.

“Artinya kita berharap kalau kebijakan pusat ini kan pasti ada check and balances. Artinya ketika di sini dikurangi, nanti pembiayaannya akan disalurkan ke tempat mana lagi,” jelasnya.

Ia berharap anggaran yang dialihkan dapat masuk ke sektor produktif yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap ini tersalur ke sektor-sektor produktif sehingga ini bisa menjadi daya dorong atau daya dukung tersendiri untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x