Kolaborasi Warga dan Perusahaan Sukseskan Festival Lou Bentian Kubar

Admin
8 Jun 2026 14:02
2 menit membaca

SENDAWAR – Festival Lou Bentian 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat adat Bentian. Di balik kemeriahan acara tersebut, terdapat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan yang menjadi faktor penting suksesnya penyelenggaraan festival di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) .

Penutupan festival berlangsung meriah, Senin (8/6/2026), dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kubar, Kamius Junaidi, tokoh adat, unsur Forkopimcam, perangkat daerah, serta perwakilan perusahaan PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Teguh Sinar Abadi (TIS), dan PT Bharinto Ekatama (BEK).

Rangkaian acara penutupan diawali parade budaya yang melibatkan kampung-kampung, sekolah, hingga Puskesmas. Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional, serta penampilan busana adat khas Bentian.

Festival Lou Bentian sendiri berawal dari gagasan PT Indo Tambangraya Megah (ITM) yang ingin mendokumentasikan adat dan budaya masyarakat Bentian Besar dalam bentuk buku.

Namun gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi festival budaya yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menampilkan identitas dan kekayaan tradisinya.

Berbagai potensi budaya lokal ditampilkan selama festival berlangsung, mulai dari seni tari, seni vokal, kerajinan tradisional, hingga olahraga tradisional yang masih diwariskan secara turun-temurun.

Tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempromosikan produk lokal kepada pengunjung.

Penjabat Sekda Kutai Barat, Kamius Junaidi, menilai sinergi berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata.

“Festival ini merupakan pertanda penting dalam membangun dan mengembangkan Lou Bentian sebagai pusat aktivitas budaya, adat istiadat, pariwisata, serta ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha agar budaya lokal tetap terjaga sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Ia berharap Festival Lou Bentian terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kutai Barat.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan cendera mata kepada para mitra yang mendukung penyelenggaraan festival. Acara kemudian ditutup dengan hiburan rakyat yang disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x