General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman. Foto (Ist)SAMARINDA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Samarinda akhirnya mengevaluasi pelaksanaan pemanduan setelah insiden kapal pengangkut crude palm oil (CPO) menyenggol pelindung pilar atau fender Jembatan Mahakam I, Minggu (8/3/2026) malam lalu.
Insiden itu sempat terekam ponsel warga dan videonya beredar luas di media sosial. Setelah kejadian itu ramai jadi sorotan, Pelindo menyatakan langsung melakukan evaluasi terhadap petugas yang bertugas di lapangan.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman, mengatakan evaluasi dilakukan sesaat setelah insiden terjadi. Langkah awal yang diambil adalah menonaktifkan sementara petugas pandu yang bertugas saat kapal menyenggol fender jembatan.
“Pasca kejadian itu, kami langsung melakukan evaluasi terhadap pelaksana kegiatan di lapangan,” kata Suparman dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Dari hasil evaluasi sementara, petugas pandu tersebut telah dikenai sanksi skorsing. Namun, keputusan final belum diambil karena Pelindo masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda.
Menurut Suparman, penyebab pasti insiden itu belum bisa disimpulkan. Pemeriksaan masih berjalan untuk memastikan apakah kejadian itu dipicu kelalaian, human error, faktor cuaca, atau penyebab lain.
“Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari KSOP untuk mengetahui penyebab pasti, apakah karena kelalaian, human error, faktor cuaca, atau lainnya,” ujarnya.
Ia menyebut, nasib petugas pandu tersebut selanjutnya akan ditentukan setelah rekomendasi resmi dari KSOP keluar. Artinya, skorsing yang dijatuhkan saat ini masih bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi.
“Skorsing ini sambil menunggu rekomendasi resmi dari KSOP,” tambahnya.
Selain menonaktifkan sementara petugas pandu, Pelindo juga mengaku akan memperketat pengawasan. Langkah ini diambil agar insiden serupa tidak kembali terjadi di kawasan jembatan.
Beberapa upaya yang disiapkan antara lain pemasangan CCTV, penggunaan kapal assist untuk membantu navigasi, hingga pemasangan sensor di area jembatan. Pelindo juga menyebut akan menambah alat pengukur arus di bawah jembatan.
“Kalau kapal keluar dari jalur, sensor akan memberikan peringatan melalui lampu. Kami juga memasang alat pengukur arus di bawah jembatan, baik di Mahakam maupun Mahulu,” terangnya.
Insiden kapal CPO yang menyenggol fender Jembatan Mahakam I sendiri terjadi Minggu (8/3/2026) malam. Peristiwa itu kembali menyorot pengawasan lalu lintas kapal di bawah jembatan, karena evaluasi baru diumumkan setelah kejadian sempat viral di media sosial.
Tidak ada komentar