FKUB Jadi Benteng IKN, Wagub Kaltim: Jangan Ada Agama yang Merasa Dianaktirikan

Admin
15 Jul 2026 14:11
3 menit membaca

SENDAWAR – Keberhasilan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan menjaga kerukunan masyarakat. Karena itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) disebut memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah konflik sekaligus merawat persatuan di Kalimantan Timur.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat menghadiri Welcome Dinner Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) FKUB se-Kalimantan Timur 2026 di Gedung Graha Pemuda Pangeran Singa Negara, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Rabu (15/7/2026).

Mengusung tema Perkuat Sinergi dalam Merawat Kerukunan dan Keberlangsungan IKN Menuju Indonesia Emas 2045, forum tersebut mempertemukan pengurus FKUB dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim untuk memperkuat kolaborasi menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

Seno menegaskan, keberadaan FKUB tidak boleh dipandang hanya sebagai organisasi keagamaan. Menurutnya, forum tersebut menjadi ujung tombak dalam membangun komunikasi lintas agama sekaligus mencegah munculnya gesekan sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“FKUB memiliki peran penting dalam mencegah potensi perpecahan sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kaltim,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Timur merupakan modal besar yang harus dijaga bersama melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, selama FKUB aktif menjalankan fungsi mediasi dan membangun dialog, potensi konflik berlatar belakang agama dapat ditekan sejak dini.

Seno juga menyinggung keberhasilan FKUB Kutai Barat yang dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif saat kunjungan pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad beberapa waktu lalu. Sinergi antara FKUB, pemerintah daerah, TNI, dan Polri membuat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman tanpa gangguan.

“Ini menjadi bukti bahwa komunikasi antarumat beragama sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah,” katanya.

Ia menambahkan, pesan serupa juga disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Pembangunan IKN, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan beragama agar tercipta masyarakat yang damai, harmonis, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan itu, Seno turut mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan rumah ibadah bagi seluruh pemeluk agama sebagai bentuk keadilan.

“Jangan sampai ada satu agama pun yang merasa dikesampingkan. Semua harus mendapatkan perhatian yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menyambut baik arahan yang disampaikan Wakil Gubernur. Ia mengaku apresiasi terhadap kinerja FKUB menjadi dorongan bagi seluruh daerah untuk terus menjaga iklim toleransi.

Menurut Nanang, kehidupan masyarakat di Kalimantan Timur selama ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang mempererat persaudaraan.

“Beliau memberikan apresiasi karena FKUB di Kaltim mampu menghadirkan kesejukan di daerah masing-masing. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Ia berharap Rakorda FKUB 2026 menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat toleransi dan mempererat kebersamaan, sehingga nilai-nilai kerukunan yang telah terbangun di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Barat, tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x