15 KK Korban Kebakaran Loa Ipuh Kukar Disiapkan Bantuan Bertahap

Admin
18 Okt 2026 10:37
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan penanganan lanjutan bagi 15 kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Setelah bantuan awal disalurkan, pemerintah akan memetakan kebutuhan warga hingga membahas kemungkinan penataan kawasan dan pembangunan kembali sesuai aturan.

Kebakaran tersebut menghanguskan atau berdampak pada 11 rumah. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, meninjau lokasi kejadian Minggu (18/10/2026) untuk melihat kondisi korban dan mengidentifikasi kebutuhan pemulihan.

Aulia mengatakan, penanganan dibagi menjadi tiga tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Prioritas awal adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi sebelum pemerintah melangkah ke tahap berikutnya.

“Kita hadir untuk meringankan beban korban, melihat langsung situasi dan kondisi yang ada, serta merencanakan langkah agar ketika terjadi musibah seperti ini, penanganannya bisa lebih cepat, dan kita juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Pada tahap menengah dan panjang, Pemkab Kukar akan membahas kemungkinan penataan kawasan serta pembangunan kembali. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan warga, dan ketentuan yang berlaku.

Lurah Loa Ipuh, Joko Adi Wibowo, mengatakan pihak kelurahan telah membuka posko bantuan sejak hari kejadian. Bantuan sembako sudah disalurkan dua kali, sedangkan distribusi berikutnya masih dipersiapkan.

Bantuan uang tunai juga sedang diproses melalui pendataan dan penghimpunan bantuan di posko. Untuk korban kebakaran di Loa Ipuh, bantuan direncanakan disalurkan secara kolektif dengan total Rp22,5 juta. Skema ini berbeda dari bantuan per kepala keluarga yang diterapkan di wilayah lain.

“Alhamdulillah, bantuan yang diberikan cukup membantu warga,” kata Joko.

Selain sembako dan uang tunai, kebutuhan warga kini mencakup perlengkapan pribadi dan kebutuhan sehari-hari, termasuk pakaian dalam serta perlengkapan mandi. Bantuan pakaian dan tas sekolah juga telah tersedia setelah melalui proses penyortiran.

Untuk sementara, sebagian warga memilih tinggal bersama keluarga. Beberapa mahasiswa yang turut terdampak kebakaran disebut menempati tempat tinggal sementara di kawasan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Di luar penanganan korban, Pemkab Kukar juga mendorong pencegahan kebakaran melalui penguatan edukasi kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dibahas adalah bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia untuk menyampaikan imbauan keselamatan melalui pengurus masjid dan langgar setelah salat lima waktu.

Imbauan itu mencakup kebiasaan mematikan kompor setelah digunakan, memutus aliran listrik saat meninggalkan rumah, serta memastikan perangkat listrik yang tidak diperlukan tidak terus terhubung, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

“Sekarang kebakaran cukup sering terjadi, sehingga salah satu cara untuk menghindarinya adalah memperkuat mitigasi dan membangun kebiasaan masyarakat agar lebih waspada,” jelas Aulia.

Pemkab Kukar dan pihak kelurahan akan melanjutkan koordinasi untuk memastikan penanganan sesuai kebutuhan korban, termasuk pemenuhan bantuan lanjutan dan pembahasan penataan kawasan. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x