
SENDAWAR – Desa Wisata Tanjung Isuy kembali mengharumkan nama Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Desa yang berada di tepian Danau Jempang, Kecamatan Jempang, itu berhasil menembus tiga besar Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Capaian tersebut menempatkan Tanjung Isuy sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kaltim sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi berbasis budaya dan alam yang terus berkembang.

Keberhasilan itu menjadi bukti konsistensi masyarakat bersama pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata lokal yang bertumpu pada budaya, kearifan lokal, serta pelestarian lingkungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kubar, FX Sumardi, mengatakan prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini aktif mendorong pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
“Masuknya Tanjung Isuy dalam tiga besar Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur merupakan prestasi yang patut disyukuri. Ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat memiliki daya saing yang kuat di tingkat provinsi,” ujarnya, Senin (15/06/2026).

Menurut Sumardi, Tanjung Isuy memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Salah satunya adalah kekayaan budaya masyarakat Dayak Benuaq yang masih terjaga dan terus diperkenalkan kepada pengunjung.
Wisatawan yang datang dapat menyaksikan langsung prosesi penyambutan tamu melalui Belurat Adat, menikmati pertunjukan seni tradisional, hingga melihat berbagai kerajinan khas seperti tenun Doyo dan sulam tumpar.

Tak hanya itu, keberadaan rumah adat atau Lou yang masih difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya masyarakat juga menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di daerah lain.
Di sisi lain, pesona alam Danau Jempang dan Pulau Padi semakin melengkapi pengalaman wisata yang ditawarkan Tanjung Isuy. Kombinasi budaya dan panorama alam tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan desa ini masuk jajaran terbaik tingkat provinsi.
Dalam ajang Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur 2026, seluruh peserta harus melewati sejumlah tahapan penilaian, mulai dari seleksi administrasi, verifikasi lapangan, hingga presentasi di hadapan tim juri.
Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, Tanjung Isuy berhasil mengamankan posisi tiga besar desa wisata terbaik di Kalimantan Timur.
Prestasi ini diharapkan menjadi dorongan bagi pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Kutai Barat agar semakin berkembang dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi warga setempat.
Pemerintah daerah juga berharap keberhasilan tersebut dapat memperkuat promosi wisata Kubar sekaligus membuka peluang pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya dan potensi lokal masyarakat. (Adv/Diskominfo Kubar)


Tidak ada komentar