Ilustrasi AI ChatGPTBONTANG – Seekor buaya sepanjang sekitar 2,5 meter diamankan dari kawasan Perumahan BSD, Kelurahan Gunung Elai, Minggu (8/3/2026). Sebelum dievakuasi petugas, predator itu lebih dulu dijerat warga karena dinilai kerap meresahkan lingkungan sekitar.
Proses pengamanan satwa liar tersebut kemudian dilanjutkan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Petugas datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Kepala Disdamkartan Bontang Amiluddin mengatakan, saat tim tiba, buaya itu sudah lebih dulu dipasang jebakan oleh warga. Petugas lalu mengevakuasi reptil tersebut agar tidak membahayakan masyarakat.
“Warga sudah lebih dulu memasang jebakan. Tim kami datang untuk melakukan proses evakuasi dan mengamankan buaya tersebut dan dibawa ke Disdamkartan,” jelasnya.
Usai diamankan, buaya itu dibawa ke Markas Komando Disdamkartan di Jalan Pierre Tendean untuk penanganan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan agar satwa tersebut tidak lagi lepas dan mengancam warga di sekitar permukiman.
Amiluddin mengapresiasi kewaspadaan warga yang cepat merespons kemunculan buaya itu. Meski begitu, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menangani sendiri satwa liar berbahaya tanpa pendampingan petugas.
Menurut dia, langkah paling aman adalah segera melaporkan temuan buaya kepada instansi terkait. Dengan begitu, proses penanganan bisa dilakukan oleh tim yang memiliki kewenangan.
“Sebaiknya segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan buaya agar penanganannya dapat dilakukan secara aman oleh tim yang berwenang,” katanya.
Di sisi lain, Disdamkartan mengaku sedang menyiapkan penanganan yang lebih intensif terhadap kemunculan buaya di wilayah pesisir Bontang. Perhatian itu terutama diarahkan ke kawasan Lok Tuan yang dinilai cukup rawan.
Namun, upaya penanganan di lapangan disebut masih menghadapi kendala. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah keterbatasan perlengkapan saat petugas harus mengevakuasi buaya.
Amiluddin menyebut, kondisi itu membuat proses penanganan tetap berisiko. Apalagi, buaya merupakan satwa liar yang bisa lepas sewaktu-waktu saat hendak diamankan.
“Peralatan kami masih terbatas, apalagi upaya ini satwa liar yang cukup berbahaya dan bisa saja lepas. Karena itu kami kemarin mengusulkan adanya alat bius untuk membantu proses penanganan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar