Wakil Bupati Kutai TImur (Kutim) Mahyunadi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim Noviari.SANGATTA – Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyebut telah menerima arahan dari Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menekankan terdapat penurunan penyerapan anggaran dibanding tahun sebelumnya, meskipun secara nasional masih cukup baik.
“Jadi bisa diartikan kita masih tertinggal sekitar 20 persen dari serapan anggaran di tahun lalu, di perode ini secara nasional,” paparnya, Rabu (19/11/2025).
Dengan demikian, lanjut Mahyunadi, pemerintah daerah menerima arahan kemendagri untuk mempercepat realisasi anggaran. Saat ini serapan APBD Kutim berada pada kisaran 55 persen.
“Faktanya kita baru terserap sekitar 55 persen, tapi kita optimis. Karena kini seluruh proyek berjalan secara serentak, maka kami yakin anggaran akan terserap minimal 95 persen di akhir tahun,” jelas Mahyunadi.

Ia menambahkan bahwa sejumlah kegiatan lama masih dalam proses penyelesaian pembayaran, sementara kegiatan yang baru disahkan dalam APBD Perubahan juga sudah berjalan paralel.
“Saat ini semua yang sudah disahkan tentu menjadi prioritas kita. Karena semuanya merupakan kegiatan prioritas, maka kami optimis realisasi anggaran akan maksimal,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen menindaklanjuti arahan kemendagri dan terus memonitor progres serapan di setiap perangkat daerah agar target akhir tahun dapat tercapai.
Sementara itu, melalui rapat koordinasi yang digelar melalui daring, bersama kepala-kepala daerah, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir menekankan bahwa kinerja pendapatan daerah secara nasional sebenarnya cukup baik, meski masih terdapat selisih sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian realisasi belanja daerah dinilai masih sangat memprihatinkan.
“Rata-rata realisasi belanja baru di angka 60 persen, sementara waktu kita hanya tersisa satu bulan. Saya minta masing-masing daerah segera melihat hal-hal apa yang perlu dipercepat, mana yang harus dikoordinasikan kembali, sehingga paling tidak realisasi belanja dapat menyamai capaian pada 2024 yang rata-ratanya 92 persen,” tegasnya.
Tidak ada komentar