Ilustrasi kilang minyak terbesar.(Dok. Pertamina)MEMONESIA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara, Kamis (20/11/2025).
Dalam laporan itu, ia menyampaikan kilang terbesar milik Indonesia akan segera diresmikan, tepatnya pada 17 Desember 2025
Selain membahas proyek RDMP, Bahlil juga menyampaikan capaian kinerja Kementerian ESDM dalam APBN. Ia menyebut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi telah tembus 85 persen dari target.
Sementara lifting migas mencapai 1.610 ribu barel setara minyak per hari, terdiri dari 605 ribu barel minyak bumi per hari dan 1.005 BOEPD gas bumi.
Bahlil menegaskan RDMP Balikpapan menjadi salah satu proyek strategis yang akan mengubah peta ketahanan energi nasional. Menurutnya, jika kilang ini mulai beroperasi penuh, Indonesia berpeluang mencapai swasembada solar dan avtur pada 2026.
“Kalau itu diresmikan maka Insyaallah 2026 kita sudah mencapai swasembada bidang energi solar dan avtur,” ujar Bahlil kepada awak media, Kamis (20/11/2025).
Kilang Balikpapan dijadwalkan diresmikan pada 17 Desember 2025. Proses pengoperasian sebagian unit sudah dimulai pada 10 November 2025, khususnya unit Resudal Fluid Catalytic Cracking (RFCC).
Unit ini menjadi tulang punggung produksi bahan bakar setara standar Euro V dan akan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi kilang tersebut.
“Rencananya Insyaallah di tanggal 17 Desember,” kata Bahlil, memastikan agenda peresmian operasional RDMP Balikpapan.
Tidak ada komentar