SENDAWAR – Desain Batik Itah Otur karya Hendra terpilih sebagai juara pertama Lomba Desain Batik Khas Kutai Barat (Kubar) yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar. Karya tersebut berhasil mengungguli 20 desain yang dikirimkan peserta.
Posisi juara kedua diraih desain Batik Persatuan Budaya karya Laurensius Ding Lie. Sementara juara ketiga diraih Batik Mekar Lestari karya Nabila Syofia Alatif.
Sekretaris Dekranasda Kubar, Christiana Dana Rika, mewakili Ketua Dekranasda Maria Christina Frederick Edwin, mengatakan penetapan pemenang dilakukan melalui proses penjurian yang melibatkan tiga dewan juri.
Ketiga juri tersebut terdiri dari Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina Frederick Edwin, pengrajin wastra Kriookng dari Melapeh Lama Lydia Selfie, serta pengukir asal Engkuni Teopilus Junyukng.

“Proses penjurian telah dilaksanakan di Ruang Rapat I Kantor Dinas Pariwisata Kubar pada 18 Juni 2026. Hasilnya telah menetapkan tiga karya terbaik sebagai pemenang lomba desain batik khas Kubar,” ujar Christiana, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, lomba tersebut digelar untuk mendorong lahirnya motif batik yang menjadi identitas Kabupaten Kutai Barat sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya enam etnis yang hidup berdampingan di daerah tersebut.
Menurutnya, motif batik khas Kubar diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi serta mencerminkan kearifan lokal masyarakat.
Selain memperkuat identitas daerah, hasil lomba ini diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal sekaligus menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.
Dekranasda Kubar menilai kehadiran motif batik khas daerah dapat mendukung pengembangan industri kerajinan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Barat kepada masyarakat yang lebih luas. (Adv/Diskominfo Kubar)
Tidak ada komentar