Kukar Bidik Permukiman Padat Rawan Kebakaran untuk Pemasangan Hidran Air

Admin
7 Okt 2026 13:31
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pengembangan jaringan hidran air untuk kawasan padat permukiman yang dinilai rawan kebakaran. Pemetaan kebutuhan hidran dan sumber air akan dilakukan sebagai dasar menentukan lokasi prioritas.

Pengembangan jaringan tersebut terutama diarahkan ke wilayah Tenggarong. Pemkab Kukar menilai kawasan dengan kepadatan bangunan membutuhkan titik sumber air yang lebih dekat agar proses pemadaman tidak terkendala ketika kebakaran terjadi.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar M. Aidil mengatakan perencanaan hidran akan dikoordinasikan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) serta bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU).

“Kami harus kembali berkoordinasi dan bekerja sama dengan Damkarmatan untuk membuat perencanaan. Khususnya di Ibu Kota Tenggarong, keberadaan hidran memang masih kurang,” ujar Aidil, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, penambahan hidran tidak bisa dilakukan hanya dengan menentukan titik pemasangan. Ketersediaan sumber air harus dipastikan sejak tahap perencanaan agar jaringan tersebut dapat digunakan saat dibutuhkan.

“Paling penting adalah sumber airnya tersedia. Jangan sampai kita membangun hidran tetapi sumber airnya tidak ada. Karena itu, perencanaannya harus matang melalui pendataan dan kolaborasi antar-OPD,” tambahnya.

Kepala Disdamkarmatan Kukar Fida Hurasani mengatakan sumber air menjadi salah satu tantangan pemadaman di kawasan padat penduduk. Petugas bisa kehilangan waktu ketika harus kembali mengisi armada setelah pasokan air habis.

“Dalam kurun waktu sekitar 30 menit, kami memuntahkan tiga tangki dengan kapasitas total 30 ribu liter. Api sebenarnya sudah bisa ditekan. Namun, saat armada harus kembali mengantre untuk mengisi ulang air, arah angin berubah dan api membesar lagi,” kata Fida.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengisian ulang armada, Disdamkarmatan mengembangkan sistem hidran kering. Jaringan tersebut telah diterapkan hingga kawasan Simpang Tiga Kartini.

Saat ini terdapat empat unit mesin hidran kering yang dimiliki Disdamkarmatan Kukar. Pengembangannya dilakukan secara bertahap karena masih membutuhkan pembangunan jaringan pipa dan dukungan anggaran.

“Penerapan hidran kering dilakukan secara bertahap, dengan prioritas di wilayah padat penduduk dan rawan kebakaran,” jelasnya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah permukiman di sekitar segitiga Danau Aji, Tenggarong, yang terhubung dengan Jalan A.M. Alimuddin dan Jalan Danau Lipan.

Kepadatan permukiman serta keterbatasan akses dan sumber air di bagian tengah kawasan menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah mitigasi kebakaran.

Menurut Fida, kawasan seperti Danau Aji membutuhkan titik air yang lebih dekat. Selain hidran kering, penyediaan tandon air juga menjadi opsi untuk memperkuat kesiapan pemadaman.

“Untuk kawasan seperti Danau Aji, mitigasi yang paling memungkinkan adalah membangun hidran kering dan menempatkan tandon air. Karena itu, kami sangat membutuhkan kerja sama dengan pihak RT dan masyarakat setempat agar proses mitigasi dan penyediaan titik air ini berjalan lancar,” pungkasnya.

Disperkim dan Disdamkarmatan Kukar selanjutnya akan memperkuat pendataan kawasan padat dan rawan kebakaran, termasuk kebutuhan hidran serta sumber air. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan infrastruktur mitigasi.(Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x