Pemkab Kukar Ingatkan Tujuan KB Bukan Sekadar Cegah Kehamilan, Tapi Jauh Lebih Besar

Admin
2 Okt 2026 15:48
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat agar tidak memandang keluarga berencana (KB) hanya sebagai upaya mencegah kehamilan.

KB juga berkaitan dengan kesiapan orang tua dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran, sekaligus memenuhi kebutuhan anak hingga mampu hidup mandiri.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar Martina Yulianti dalam Sosialisasi dan Edukasi Program KB dan Kontrasepsi di Puskesmas Rapak Mahang, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Jumat (2/10/2026).

“KB itu bukan hanya sekadar menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Lebih dari itu, bagaimana seseorang merencanakan kehidupannya dan keluarganya,” kata Martina.

Menurutnya, memiliki anak membawa tanggung jawab panjang bagi orang tua. Tidak hanya memastikan proses kelahiran, tetapi juga menyiapkan pengasuhan, pendidikan hingga kemampuan anak menghadapi kehidupan di masa depan.

“Orang memiliki anak itu tidak hanya sekadar melahirkan kemudian selesai. Ada proses membesarkan, menyekolahkan, sampai bagaimana anak tersebut nantinya bisa bertahan dan berdaya dalam kehidupan,” jelasnya.

Karena itu, edukasi mengenai KB dinilai perlu terus diperluas, termasuk kepada generasi muda. Perencanaan jumlah dan jarak kelahiran dapat disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing keluarga.

Kontrasepsi menjadi salah satu sarana dalam perencanaan tersebut. Masyarakat dapat memilih metode yang tersedia melalui fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Edukasi tersebut juga dibarengi pelayanan kontrasepsi gratis di Puskesmas Rapak Mahang dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia.

Kepala Puskesmas Rapak Mahang Siti Aminah mengatakan, pelayanan ditargetkan menjangkau 100 akseptor. Hingga sekitar pukul 07.45 Wita, sudah terdapat sekitar 30 orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

“Sasarannya hari ini insyaallah 100 orang. Sejak pelayanan dimulai sekitar pukul 07.45 Wita, sudah ada sekitar 30 akseptor yang datang,” ujarnya.

Pelayanan mencakup Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), di antaranya Intrauterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim dan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) atau implan.

Siti mengatakan, masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai pilihan kontrasepsi sebelum menentukan metode yang sesuai.

“Harapannya KB ini semakin digiatkan di masyarakat karena merupakan bagian dari perencanaan keluarga. Berencana itu keren,” pungkasnya. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x