Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 3 Bontang, Suriati.BONTANG – Program Makanan Bergizi (MBG) di SMP Negeri 3 Bontang terbukti memberi dampak besar bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan kawasan pesisir. Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 3, Suriati, menegaskan bahwa program ini sangat relevan dengan kondisi nyata peserta didik di sekolahnya.
Ia menyebut lebih dari 20 siswa berasal dari daerah pesisir seperti Selangan dan Malahing, dengan kondisi sosial ekonomi yang menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, sekitar 30 persen siswa SMPN 3 masuk kategori keluarga kurang mampu.
“Sekolah kami ini golongan menengah bawah. Sekitar 30 persen anak kami masuk dalam kategori keluarga kurang mampu,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Dampak keterbatasan ekonomi itu terlihat jelas dalam keseharian siswa. Banyak murid yang hadir tanpa bekal makanan maupun tumbler. Bahkan, sebagian tidak dibekali uang jajan akibat kesulitan ekonomi keluarga.
“Di awal masuk kelas 7 kemarin, ada beberapa anak mengaku kelaparan. Mereka tidak sarapan, tidak bawa bekal, dan tidak diberikan uang jajan,” ungkapnya.
Dalam kondisi seperti itu, program MBG menjadi penopang utama kebutuhan gizi harian siswa. Suriati mengatakan program ini sangat membantu dan disambut positif karena sesuai dengan kebutuhan mereka.
“MBG ini benar-benar membantu. Anak-anak sangat merespon karena mereka memang membutuhkan. Meski makanannya sederhana, tapi bernilai gizi dan sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.
Ia juga menilai kebutuhan siswa SMPN 3 terhadap program MBG jauh lebih tinggi dibandingkan sekolah-sekolah di pusat kota, mengingat perbedaan kondisi ekonomi keluarga.
“Mungkin berbeda dengan SMP 1 atau sekolah lain di kota. Kondisi anak-anak di sini jauh lebih terbatas,” ujarnya.
Tidak ada komentar