Kepala Bagian Perekonomian, Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Vita Nurhasanah. (Memonesia/Han)SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui keikutsertaan aktif dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar pemerintah provinsi bersama Bank Indonesia (BI) dan seluruh daerah di Kalimantan Timur. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan langkah menghadapi tantangan harga kebutuhan pokok di tingkat regional.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, mengatakan HLM memadukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BI, hingga Forkopimda. Kolaborasi lintas wilayah ini dinilai penting karena upaya pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara sektoral.
“HLM provinsi ini sangat penting karena kita tidak bisa bekerja sendiri. Pengendalian inflasi memerlukan kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor. Dengan melibatkan BI, kita memperoleh gambaran ekonomi makro sekaligus rekomendasi teknis yang membantu memperkuat kebijakan daerah,” ujarnya.

Dalam sesi HLM, BI menyajikan analisis ekonomi regional, tren harga komoditas strategis, hingga proyeksi potensi tekanan inflasi beberapa minggu atau bulan ke depan. Informasi tersebut menjadi acuan pemerintah daerah untuk menyesuaikan langkah operasional agar lebih tepat sasaran.
Vita menambahkan bahwa forum HLM juga berfungsi mengevaluasi efektivitas program masing-masing daerah dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Setiap kabupaten/kota diminta melaporkan progres, tantangan lapangan, serta kebutuhan dukungan tambahan dari provinsi maupun BI.
“Dengan adanya HLM ini, kita bisa memastikan bahwa kebijakan di tingkat provinsi dan daerah berjalan selaras. Jika ada gejolak harga tertentu, respons daerah bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” tutupnya.
Tidak ada komentar