Papan pengumuman Job Fair Bontang. (Istimewa) BONTANG – Job Fair Kota Bontang 2026 diproyeksikan tampil lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Konsepnya tak lagi sekadar mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, melainkan dibungkus dengan sentuhan wisata, ekonomi kreatif, hingga hiburan. Pertanyaannya, apakah pendekatan ini benar-benar efektif menekan pengangguran, atau justru berubah menjadi agenda seremonial berskala besar?
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang menjadwalkan kegiatan tersebut digelar pertengahan tahun, sekitar Juni hingga Juli. Berbeda dari pola sebelumnya yang cenderung formal, tahun ini penyelenggara menggandeng Masyarakat Sadar Wisata (Masata) untuk menghadirkan suasana yang lebih atraktif.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan kolaborasi ini bertujuan menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Jadi nanti pengunjung tidak hanya datang untuk melamar kerja, tetapi juga menikmati suasana acara yang membuat acara lebih hidup,” ujarnya, Rabu (18/2/2025).
Masata dilibatkan untuk memberi warna baru pada bursa kerja yang selama ini identik dengan meja rekrutmen dan suasana administratif. Konsepnya diperluas, mencampurkan rekrutmen tenaga kerja dengan aktivitas ekonomi kreatif.
Penataan lokasi juga disiapkan lebih terbuka. Area utama akan difokuskan di pintu masuk dan sebagian ruang luar kegiatan. Area parkir tetap difungsikan seperti biasa agar kenyamanan pengunjung tidak terganggu.
Selain perusahaan, Disnaker membuka partisipasi bagi lembaga pelatihan kerja (LPK) dan pelaku UMKM lokal. Sekitar 35 stan disediakan untuk perusahaan peserta di area inti job fair.
Stan tambahan akan dikelola Masata melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk organisasi perangkat daerah yang membidangi ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM. Skema ini memperluas cakupan kegiatan, namun sekaligus menambah kompleksitas penyelenggaraan.
“Target kami sederhana, job fair ini jadi ruang pertemuan antara pencari kerja, dunia usaha, dan pelaku ekonomi kreatif dalam suasana yang nyaman,” kata Lukman.
Dari sisi peluang kerja, Disnaker berharap jumlah lowongan meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 310 posisi. Harapan itu muncul seiring adanya perusahaan berskala besar, yakni Soda Ash, yang sedang memasuki tahap pembangunan dan diperkirakan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
“Tahun lalu ada sekitar 310 lowongan, harapannya tahun ini bisa lebih banyak,” pungkasnya.
Tidak ada komentar