Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Dok. memonesia)BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menargetkan subsidi pendidikan melalui Program Kartu Bontang Pintar (KBP) akan direalisasikan pada awal tahun depan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) saat ini terus memfinalisasi persiapan teknis sebelum program tersebut resmi diluncurkan sebagai salah satu prioritas daerah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa KBP sepenuhnya dibiayai melalui APBD Kota Bontang. Meski terjadi penyesuaian anggaran akibat menurunnya pendapatan daerah, ia memastikan program ini tetap berjalan sesuai rencana. Pasalnya postur APBD secara mandatory 20 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan.
“Kami optimistis KBP bisa mulai berjalan di awal tahun. Saat ini semua mekanisme sedang dimatangkan,” terangnya, Kamis (27/11/2025).
Program KBP akan menyasar pelajar SD dan SMP di seluruh Kota Bontang. Berdasarkan data sementara, sekitar 29 ribu siswa tercatat sebagai calon penerima manfaat. Sejumlah persiapan tengah dilakukan Disdikbud, mulai dari skema penyaluran bantuan hingga aturan teknis pelaksanaan di masing-masing sekolah.
Usulan awal bantuan sebesar Rp1 juta per siswa akhirnya disesuaikan menjadi Rp300 ribu. Kebijakan ini merupakan dampak dari pemangkasan anggaran tahun 2026 oleh pemerintah pusat, yang turut berpengaruh pada besaran bantuan KBP.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa keberadaan program kartu ini merupakan program prioritas derah dalam rangka memberi subsidi di dunia pendidikan. Ia yakin kartu ini amat sangat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, disamping ada program MBG yang juga berjalan di berabagai sekolah.
“Kita ingin membantu mereka agar pendidikan terus berjalan,” tuturnya.
Tidak ada komentar