Kantor DPMPTSP Kota Bontang.BONTANG — Sektor industri kimia dasar kembali menunjukkan dominasinya sebagai tulang punggung investasi di Kota Bontang. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang), realisasi investasi pada triwulan II tahun 2025 mencapai Rp589 miliar, atau sekitar 42,98 persen dari target tahunan sebesar Rp2,5 triliun.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa capaian tersebut berasal dari data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode 1–12 Juli 2025 yang diinput melalui sistem OSS (Online Single Submission) di laman oss.go.id.
“Kontribusi terbesar masih datang dari sektor industri kimia dasar. Hal ini menunjukkan bahwa Bontang tetap menjadi magnet utama bagi investor, khususnya di bidang industri berat,” ujar Aspiannur, Senin (3/11/2025).
Ia menambahkan, dominasi sektor tersebut tidak lepas dari keberadaan kawasan industri strategis di Bontang yang telah memiliki infrastruktur memadai dan dukungan ekosistem investasi yang kuat.
Selain itu, komitmen pemerintah daerah dalam mempermudah proses perizinan dan memberikan kepastian hukum turut meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.
DPMPTSP Bontang juga mencatat, selain industri kimia dasar, sektor lain seperti perdagangan, jasa, dan konstruksi mulai menunjukkan pertumbuhan positif meski kontribusinya masih di bawah sektor utama.
Aspiannur optimistis, dengan tren positif yang terus terjaga, target investasi Rp2,5 triliun pada tahun 2025 dapat tercapai bahkan terlampaui.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan investor, serta menjaga iklim investasi yang kondusif. Harapannya, investasi yang masuk bisa memberi multiplier effect bagi perekonomian lokal, termasuk penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.
Tidak ada komentar